Lebih jauh, program bantuan ini tidak hanya sebatas pada para petugas lapangan. Dalam waktu dekat, Pemkot Makassar juga akan menyalurkan bantuan serupa kepada kelompok pekerja sosial keagamaan.
“Insya Allah tanggal 27 Maret akan ada lagi yang seperti ini, tetapi untuk para pekerja-pekerja sosial keagamaan, seperti guru mengaji, pemandi jenazah, imam masjid, mubaligh, dan penggali kubur,” ungkap Munafri.
Untuk memastikan bantuan tepat sasaran, Pemkot Makassar membuka jalur aduan bagi masyarakat. Jika ditemukan penerima yang tidak berhak, maka akan segera ditindaklanjuti agar bantuan benar-benar sampai kepada mereka yang membutuhkan.
“Di semua proses ini dibuka line aduan. Jadi kalau ada orang yang dapat bukan haknya, tolong diadukan kepada kami untuk segera kami tindaki,” tegasnya.
Wali Kota Makassar juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam program ini. Dia berharap sinergi antara pemerintah, swasta, dan komunitas terus terjalin demi kesejahteraan masyarakat Kota Makassar.
“Kepada para donatur yang telah memberikan bantuannya, atas nama Pemkot kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Mudah-mudahan kolaborasi ini terus terjaga untuk seluruh kepentingan warga Kota Makassar yang kita cintai,” pungkasnya.(jk)
Editor: Manaf Rachman
















