“Dalam keadaan terpaksa tidak ada makan selain babi (haram) dan orang memakannya bukan karena menginginkan dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya,” jelasnya.
Dirinya juga menekankan pentingnya ikatan manusia dengan alam.
“Alam itu adalah tanda untuk mengetahui sesuatu. Di mana ada alam di situ ada yang beralamat, ada yang ditandai yakni Allah Swt. Tidak ada artinya kita tahu alam jika tidak menghubungkannya dengan Allah. Dan alam itu adalah lambang keberadaan Allah SWT,” tuturnya.
Sementara Bupati Wajo H.Andi Rosman mengatakan apa yang di sampaikan oleh bapak Menteri Agama, untuk dijadikan pesantren ini sebagai wisata religius, dan Insya Allah Wajo mendapatkan amanah di bulan oktober melaksanakan MTQ Tingkat Nasional.
“Selanjutnya Islamic Center yang pengelolaanya di serahkan kepada Pemda Wajo kedepannya akan kita jadikan pusat kegiatan keagamaan yang ada di Kab.Wajo. Saya dan Wakil Bupati Wajo mengharapkan dukungan dan doanya dalam 5 tahun kedepan kita bisa cipatakan bersama, terakhir saya sampaikan bahwa walaupun saya bukan alumni dari as’adiyah tapi saya bagian dari as’adiyah,” tandasnya.
Setelah itu, acara dilanjutkan dengan launching Lazis As’adiyah dengan tanda memasukkan koin zakat.(Humas Pemda Wajo)
















