Kepada jemaah yang kecewa, Tauhid menyampaikan bahwa haji adalah panggilan. Sekalipun semua biaya sudah dibayar dan dokumen administrasi sudah lengkap, keputusan akhir tetap berada di tangan pemerintah Arab Saudi.
“Kita sudah sampaikan ke jemaah bahwa haji itu panggilan. Artinya Bapak sudah membayar semuanya, secara administrasinya sudah oke, tapi visa yang kita harapkan datang dari Saudi Arabia tidak turun,” jelasnya.
“Itu kewenangan Saudi Arabia, bukan lagi travel yang bertanggung jawab. Karena ini kan B2B antar negara,” sambung Hamdi.
Ia berharap para jemaah tetap sabar dan tawakal menerima kenyataan ini. Menurutnya, hikmah bisa diambil dari semua situasi.
“Walaupun kita merasa tidak enak, tidak nyaman, ya kita harus ikhlas. Ini panggilan. Kita tunggu tahun depan, insyaallah,” pungkasnya.(hnh/medsi)
















