MEDIASINERGI.CO WAJO — Suara logam bertemu beton terdengar ritmis di Desa Temmabarang. Bukan hanya suara pembangunan, tapi tanda bahwa program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-124 mulai memasuki tahap akhir. Prasasti kini tengah dibangun. Tidak sekadar simbol, melainkan tonggak dari perjalanan panjang pembangunan yang dimulai awal Mei lalu.
Pada hari ke-25 pelaksanaan TMMD, tim Satgas Kodim 1406/Wajo mulai menggarap prasasti yang akan menjadi penanda monumental capaian program ini. Proyek ini berada di bawah komando Perwira Seksi Teritorial Kodim 1406/Wajo, Kapten Infanteri Zabir, yang secara langsung memantau prosesnya.
“Pembangunan ini bukan sekadar meletakkan batu dan semen. Ini bentuk dokumentasi nyata dari apa yang sudah kami capai bersama masyarakat,” ujar Kapten Zabir dengan nada tenang namun tegas.
Hingga saat ini, progres TMMD menunjukkan grafik yang terus menanjak. Jalan-jalan desa yang dulunya berlumpur kini sudah dipadatkan dan dapat dilalui kendaraan roda empat. Beberapa rumah tak layak huni telah rampung direnovasi. Sarana sanitasi dan air bersih mulai mengalir ke titik-titik vital. Jembatan kecil di perbatasan dusun telah menyambungkan dua wilayah yang sebelumnya hanya bisa ditempuh dengan jalan kaki di musim kering.
Dalam narasi pembangunan, prasasti yang dibangun di lokasi utama menjadi penanda bahwa kerja keras dan gotong royong telah membuahkan hasil nyata. Rencananya, prasasti itu akan diresmikan saat penutupan resmi TMMD ke-124 dalam waktu dekat.
“Setiap program memiliki titik kulminasi. Pembuatan prasasti ini adalah puncak dari upaya kita semua, menjadi simbol kebersamaan dan capaian konkret,” kata Kapten Zabir, Jum’at, 30 Mei 2025.
















