Lebih lanjut, Makmur mengajak asosiasi pengusaha hiburan malam untuk proaktif mengingatkan anggotanya agar patuh terhadap aturan yang berlaku. Ia menilai, kolaborasi antara pemerintah, asosiasi, dan pelaku usaha sangat penting dalam menjaga suasana kota yang aman dan harmonis.
“Soal dugaan pelanggaran oleh THM memang banyak, kalau kita objektif. Namun, kita tidak dalam posisi mencari kesalahan. Yang lebih penting adalah mendorong bagaimana para pengusaha bisa lebih menghargai hari besar umat beragama di Makassar,” katanya.
Makmur menekankan bahwa ketegasan pemerintah dalam penegakan surat edaran merupakan bentuk nyata perlindungan terhadap nilai-nilai toleransi dan keberagaman yang selama ini menjadi ciri khas kehidupan sosial masyarakat Makassar.
“Kalau semua pihak bisa saling menghormati dan mematuhi aturan, maka kerukunan antarumat beragama akan tetap terjaga, dan suasana kota akan lebih kondusif,” pungkasnya.(jk)
















