Di lapangan, warga menunjukkan antusiasme tinggi. Ahmad (45), warga RW 02 Peneki, menyebut kegiatan ini sebagai bentuk nyata kolaborasi. “Kami terbantu. Tapi lebih dari itu, ini jadi pengingat agar kami tak lagi buang sampah sembarangan,” ujarnya.
Kegiatan seperti ini memperlihatkan wajah TNI yang lebih membumi: tidak sekadar simbol kekuatan, tetapi juga motor penggerak perubahan sosial. Di tengah ancaman krisis lingkungan, kerja bakti seperti ini menjadi penting bukan hanya sebagai aksi bersih-bersih, tapi juga sebagai upaya membangun kesadaran ekologis masyarakat akar rumput.(eddy)
Editor: Hamzah
















