Wakil Bupati pun tak menyembunyikan kekagumannya.
“Ini loncatan luar biasa,” tuturnya, matanya menyapu ruangan. “Dalam dunia yang bergerak cepat, kita butuh sistem yang transparan, adaptif, dan mudah dijangkau. Kodeka menjawab kebutuhan itu dengan cerdas.”
Bagi Dokter Baso Panggilan akrabnya, aplikasi ini bukan hanya alat, tetapi simbol dari sebuah kesadaran baru: bahwa olahraga tak lagi bisa dikelola dengan cara lama. Butuh sistem, butuh data, dan lebih dari itu—butuh kemauan untuk berubah.
Ia menyebut Kodeka sebagai bentuk keberanian untuk melampaui batas-batas lama.
“Inovasi ini menunjukkan bahwa KONI Wajo tidak hanya siap bekerja, tapi juga siap bertransformasi,” ujarnya, seakan memberi pesan bahwa kejayaan olahraga tak dibangun hanya dari keringat, tetapi juga dari strategi dan teknologi.
Hari itu, pelantikan berjalan seperti layaknya prosesi. Tapi bagi mereka yang hadir, dan bagi masa depan olahraga Wajo, itu adalah hari di mana harapan menemukan bentuk barunya—di dalam semangat, sinergi, dan sebuah aplikasi bernama Kodeka.(eddy)
Editor: Manaf Rachman
















