Abd Wahid Thahir menjabat sebagai Kakanwil Kemenag Sulsel pada 2015 hingga 2018, menggantikan HM Gazali Suyuti. Ia lalu melanjutkan kiprahnya sebagai dosen di Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, seraya terus aktif dalam kerja-kerja keumatan.
Di luar dunia birokrasi, almarhum pernah memimpin Nahdlatul Ulama (NU) Makassar. Ia dikenal luas sebagai tokoh yang menempatkan ilmu dan akhlak sebagai pijakan utama. Gelar doktor diraihnya dari Universitas Muslim Indonesia (UMI) pada 2017.
Sahabat lamanya, H. Rukman Nawawi, tak kuasa menyembunyikan duka. Ia mengenang almarhum sebagai teman masa SMP di Tanasitolo yang sederhana dan penuh kasih.
“Ia bersahaja, tak pernah meninggi, dan banyak berkontribusi untuk kemajuan pendidikan di Sulsel,” ucap Rukman dengan mata berkaca-kaca.
Kepergian Abd Wahid Thahir meninggalkan ruang hening di kalangan birokrat, pendidik, dan para ulama. Namun jejaknya tetap abadi dalam karya, teladan, dan doa yang mengiringinya.(eddy)
Editor: Hamzah
















