Sementara itu, Koordinator Ketua Presidium ADPERTISI, Dr. Buyung Romadhoni, SE, M.Si, menyampaikan bahwa latar belakang kegiatan ini sebagaimana diamanatkan dalam Tri Dharma perguruan tinggi bahwa PKM adalah salah satu instrumen utama dalam mentransformasikan hasil akhir akademik menjadi kontribusi nyata sosial, ekonomi dan budaya masyarakat.
Adapun tema yang diangkat pada pelaksanaan PKM ini “Sinergi Perguruan Tinggi Dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Takalar Dalam Mewujudkan Digitalisasi Pembangunan Daerah”.
“Jadi tujuan kegiatan ini untuk mendorong kolaborasi strategis antara universitas akademika dengan pemerintah daerah dan masyarakat desa, memberikan pendampingan berbasis keilmuan dan mendorong literasi digital, tata kelola desa digital serta potensi ekonomi lokal berbasis teknologi,” ujarnya.
Tak hanya itu, cakupan dan partisipasi pada pelaksanaan PKM Nasional diikuti oleh 270 Dosen peserta yang berasal dari 70 perguruan tinggi swasta di wilayah Sulawesi Selatan dan 22 perguruan tinggi dari luar Sulawesi Selatan. PKM tersebar di 6 kecamatan yaitu Kecamatan Polongbangkeng Utara, Kecamatan Mangarabombang, Kecamatan Galesong, Kecamatan Galesong Utara, Kecamatan Galesong Selatan dan Kecamatan Sanrobone.
Dengan jangkauan pada 20 desa sasaran, sehingga diharapkan kegiatan ini mampu menjadi ruang temu antar pengetahuan akademi dan kebutuhan reel masyarakat khususnya di Kabupaten Takalar.
Diakhir kegiatan, digelar penandatanganan MoU antara ADPERTISI dengan Pemkab Takalar serta penyerahan cinderamata dari kedua pihak yang disaksikan Ketua Presidium Majelis UNHAS, Sekretaris Jendral Pusat Akademisi, para Pendidik Akademisi, para Direktur Eksekutif, para Camat, Kepala Desa/Lurah se-Kabupaten Takalar.(jk)
Editor: Manaf Rachman
















