“Nama aplikasi Lontara plus, bukan sekadar aksara, tetapi juga naskah yang merekam sejarah dan identitas Sulawesi Selatan. Dengan Lontara+, kita ingin membawa nilai lokal ke dalam ekosistem digital modern,” ungkapnya.
Munafri menegaskan, Lontara+ menjadi jawaban atas persoalan tumpang tindih aplikasi di berbagai SKPD. Semua layanan, mulai dari informasi publik, pengaduan warga, pajak daerah, hingga akses program pemerintah, akan disatukan dalam satu platform.
“Selama ini SKPD memiliki aplikasi sendiri-sendiri. Lontara+ menyatukannya dalam satu genggaman, dengan fitur yang bisa terus berkembang mengikuti kebutuhan masyarakat,” katanya.
Selain integrasi, Lontara+ diklaim mampu menghadirkan data dan fakta secara real-time, memungkinkan Pemkot mengambil keputusan berbasis informasi terkini.
Tak hanya sekadar teknologi, Pemkot Makassar menargetkan Lontara+ menjadi gerakan sosial untuk meningkatkan kesadaran digital masyarakat.
“Kami tahu mengubah kebiasaan tidak mudah. Tapi kalau tidak mulai, kita tidak akan pernah maju. Setahun ke depan kami fokus pada sosialisasi agar semua warga terbiasa menggunakan aplikasi ini,” imbuh Appi.
Ia menegaskan Lontara+ masih dalam tahap awal. Penyempurnaan akan terus dilakukan dengan melibatkan masukan dari masyarakat, media, dan mitra kolaborasi lainnya.
“Platform ini sudah fix, tapi kontennya akan berkembang. Jika ada ide atau kebutuhan baru, sampaikan pada kami. Lontara+ harus menjadi aplikasi milik bersama warga Makassar,” tutupnya.
Sedangkan, Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, menekankan bahwa inovasi ini tidak hanya soal teknologi, melainkan juga mencerminkan identitas dan semangat kolaborasi warga, khususnya generasi muda.
“Pagi ini kita menyaksikan semangat kolaborasi dan kreativitas anak-anak muda Makassar yang luar biasa melalui launching Makassar Super Apps,” katanya.
“Saya bangga karena kompetisi penamaan aplikasi ini bukan hanya tentang teknologi, tapi tentang identitas dan harapan kita bersama untuk Makassar yang lebih cerdas, inklusif, dan melayani,” sambung Aliyah.
Makassar Super Apps diharapkan menjadi pintu terpadu berbagai layanan publik, sekaligus mendukung visi kota dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih efisien dan terintegrasi.
Ia juga memberikan apresiasi kepada para pemenang kompetisi penamaan aplikasi tersebut.
“Selamat kepada para pemenang, semoga kontribusinya terus menjadi bagian dari transformasi digital kota yang kita cintai,” ujarnya.
Politisi Demokrat itu menekankan, pentingnya sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam memanfaatkan teknologi demi kemajuan kota.
Hal ini ia sampaikan pada peluncuran aplikasi LONTARA+, yang dirancang untuk mengintegrasikan berbagai layanan publik dalam satu platform.
“Dengan satu aplikasi, kami ingin memastikan setiap warga Makassar bisa mengakses layanan publik tanpa hambatan dan tanpa kerumitan. Ini adalah bukti nyata bahwa Makassar siap berlari lebih cepat menuju kota cerdas,” ungkapnya.
Menurut Aliyah, aplikasi ini diharapkan menjadi jembatan yang lebih akurat dan responsif antara pemerintah dan masyarakat. Ia juga mengajak warga Makassar untuk memanfaatkan teknologi tersebut secara bijak.
“Mari kita manfaatkan aplikasi ini sebagai sarana kolaborasi agar pelayanan publik menjadi lebih efisien, inklusif, dan sesuai dengan kebutuhan warga,” tutupnya.(jk)
Editor: Manaf Rachman
















