Home / Sulsel

Senin, 28 Juli 2025 - 09:18 WIB

Wali Kota Munafri Fasilitasi Pertemuan Lintas Sektor untuk Redam Ketegangan Mahasiswa

Menurut Patahudding, dampak dari isu tersebut bukan hanya memicu kekhawatiran masyarakat, tetapi juga mengganggu aktivitas akademik mahasiswa.

Ada yang tetap beredar di media sosial seolah-olah situasi sangat genting, padahal kenyataannya tidak seperti itu.

“Kami ingin memastikan agar orang tua tidak terlalu khawatir, sehingga mahasiswa bisa kembali fokus belajar dan menjalani aktivitas seperti biasa,” tegasnya.

Disebutkan, dampak dari penyebaran isu tersebut membuat banyak mahasiswa asal Luwu memilih pulang kampung, sehingga mengganggu proses pembelajaran di kampus.

Seperti yang pernah terjadi pada warga Tana Toraja dulu, kali ini banyak mahasiswa dari Luwu yang sebenarnya tidak terlibat dalam persoalan apa pun, tapi memilih kembali ke kampung halaman karena merasa tidak aman.

“Padahal setelah kami bahas bersama, sebagian besar informasi yang tersebar itu tidak sesuai fakta,” tegas Patahudding.

Ia menambahkan bahwa hanya sebagian kecil kejadian yang benar-benar terjadi, sedangkan mayoritas informasi yang viral adalah tidak benar.

“Berita di media sosial tampak begitu luar biasa seolah-olah situasi tidak terkendali, padahal faktanya tidak demikian. Karena itu, kami akan menyampaikan kepada masyarakat Luwu agar tidak terlalu kuatir,” jelasnya.

Patahudding menghimbau agar mahasiswa asal Luwu yang sedang menempuh pendidikan di Makassar tetap fokus belajar dan tidak takut beraktivitas.

“Kami berharap adik-adik mahasiswa bisa kembali menjalani perkuliahan seperti biasa, tidak lagi merasa tertekan, dan tetap bisa beraktivitas tanpa rasa khawatir,” ujarnya.

Baca Juga:  Pokja II PKK Gelar Bimtek Membatik Teknik Shibori

Pada kesempatan ini, Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol. Arya Perdana, menegaskan bahwa isu mengenai sweeping mahasiswa dan bentrokan antarkelompok yang belakangan ramai beredar di media sosial adalah tidak benar.

Ia memastikan kejadian yang memicu kekhawatiran masyarakat berasal dari kasus pribadi, bukan konflik antarkelompok.

“Peristiwa yang terjadi beberapa hari terakhir berawal dari kasus penusukan dan penganiayaan terhadap salah satu warga Makassar,” jelasnya.

“Kebetulan pelakunya berasal dari wilayah Luwu, tetapi ini murni persoalan pribadi, bukan kelompok,” sambung Arya Perdana usai menghadiri pertemuan lintas daerah di Novotel Makassar.

Namun, kasus tersebut kemudian berkembang di media sosial dan dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu. Lanjut dia, issu ini dipolitisir oleh provokator seolah-olah menjadi persoalan kelompok.

“Akibatnya, muncul reaksi dari pihak korban yang merasa tidak puas dengan proses penyelidikan, lalu melakukan aksi-aksi yang tidak bertanggung jawab, seperti memasang spanduk hingga melakukan sweeping di kampus,” katanya.

Arya menjelaskan bahwa pihak kepolisian segera bertindak cepat. Beberapa orang sudah diamankan dan saat ini sedang menjalani pemeriksaan.

“Kami sudah menyampaikan kepada mahasiswa di Makassar agar tidak terprovokasi dan tidak melakukan tindakan-tindakan yang bisa merugikan orang lain,” tegasnya.

Ia juga membantah isu adanya sweeping terhadap kendaraan berplat DP maupun mahasiswa asal Luwu Raya. Pihaknya pastikan tidak ada sweeping terhadap mobil berplat DP atau terhadap mahasiswa dari daerah tertentu.

Baca Juga:  DPRD Wajo Audiens dengan KPU dan Bawaslu, Bahas Tahapan Pemilu Serentak 2024

“Itu murni hoaks, ulah provokator yang ingin membuat Kota Makassar tidak aman,” jelasnya.

Selain itu, foto-foto korban yang beredar di media sosial, menurut Arya, juga tidak terkait dengan insiden terbaru. Dimana, kata dia. Gambar kepala korban yang disebut-sebut akibat sweeping, sebenarnya adalah foto dari kasus tawuran geng motor sekitar seminggu lalu.

“Saat itu, kelompok geng motor menyerang warga sipil. Pelakunya sudah kami tangkap, ada 23 orang diamankan, 10 di antaranya telah kami tahan, dan korban juga sudah mendapat perawatan,” ungkapnya.

Himbauan untuk Masyarakat, bahwa Kapolrestabes mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai dan menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

“Berita yang belum pasti jika langsung di-share justru menjadi teror bagi masyarakat, menimbulkan ketakutan, dan memperburuk situasi. Kami minta semua pihak menahan diri,” imbuh Arya.

Ia menutup dengan penegasan bahwa keamanan di Makassar tetap dalam kendali aparat. Polri bersama TNI dan pemerintah kota berkomitmen menjaga situasi tetap kondusif.

“Tentu perlu kondisif, tertib mahasiswa dari daerah mana pun kami pastikan bisa kuliah dan beraktivitas dengan aman di Makassar,” pungkasnya.(jk)

Editor: Hamzah

Share :

Baca Juga

Sulsel

Munafri Siapkan Reward dan Punishment Pengelolaan Sampah, OPD Jadi Garda Terdepan

Sulsel

Wali Kota Munafri Tekankan Adab dan Etika Siswa Lewat Kurikulum Berbasis Kearifan Lokal

Sulsel

HLH 2026, Pemkot Makassar Turun ke Jalan Pungut dan Pilah Sampah

Sulsel

Di Forum RUU Pangan, Munafri Tawarkan Solusi Smart Green house ke DPR RI

Sulsel

Pengelolaan Keuangan Daerah yang Profesional dan Sesuai Aturan, Pemkab Takalar Pertahankan WTP dari BPK RI

Sulsel

DPRD Wajo Fasilitasi Aspirasi Warga, PLN Beri Solusi Pemindahan Tiang Listrik di Area Masjid

Sulsel

Demi Stadion Untia, Pemkot dan PIP Makassar Sepakati Hibah Aset Strategis

Sulsel

Demi Stadion Untia, Pemkot dan PIP Makassar Sepakati Hibah Aset Strategis