“Salat duha bukan sekadar ibadah sunnah, tapi juga bentuk ikhtiar spiritual agar kita memulai aktivitas harian dengan penuh keberkahan. Terutama bagi ASN, ini bisa menjadi rutinitas yang menguatkan akhlak dan kinerja,” jelasnya.
Ia mendorong agar salat duha menjadi kebiasaan harian masyarakat, baik di rumah, kantor, maupun masjid sekitar.
“Kalau tidak sempat di rumah, bisa dilaksanakan di kantor. Bagi masyarakat umum, sebelum bekerja, mari kita sempatkan salat duha di rumah atau masjid terdekat agar aktivitas kita diridhoi Allah SWT,” tambahnya.
Dalam kesempatan ini pula, Pemkab Wajo menerima bantuan 360 mushaf Al-Qur’an dari Kementerian Agama Republik Indonesia, yang diserahkan langsung kepada Bupati Wajo sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan nilai keagamaan di daerah.
Peluncuran program ini menjadi tonggak awal dari gerakan spiritual yang lebih masif di Kabupaten Wajo, dan menjadi bagian dari misi besar menuju Wajo yang Maju, Religius, Bermartabat, Terdepan, dan Berkeadilan (MARADEKA).(Adv)

















