Prevalensi Stunting Kabupaten Takalar juga mengalami penurunan signifikan dari 35,4% di tahun 2023 menjadi 24% di tahun 2024 hasil SSGI (Survey Status Gizi Indonesia).
Dijelaskan pula bahwa angka kematian di Kabupaten Takalar untuk ibu dan bayi tahun 2023 8 jiwa dan di tahun 2025 tinggal 1 jiwa. Kita harapkan tahun berikutnya itu 0 sehingga angka kematian ibu dan bayi tidak ada.
“Semoga apa yang diupayakan Pemerintah Kabupaten Takalar dalam hal ini Dinas Kesehatan Takalar dapat mengantarkan Kabupaten Takalar meraih penghargaan tertinggi dalam penyelenggaraan Kabupaten/Kota Sehat,” tutupnya.(jk)
Editor: Manaf Rachman
















