Pada setiap daerah yang dikunjungi, Majelis Tabligh menyampaikan program Sekolah Tabligh Muhammadiyah yang telah diadakan di beberapa daerah dan selanjutnya akan diadakan pada seluruh daerah di Sulsel.
“Kami memberikan sosialisasi Sekolah Tabligh Muhammadiyah, latar belakang diadakannya, materi-materi yang diberikan kepada peserta, para pemateri yang terdiri atas pengurus Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulsel, dan Pimpinan Daerah Muhammadiyah se-Sulsel. Juga proses dan tata cara perekrutan peserta, serta model pelaksanaan Sekolah Tabligh Muhammadiyah,” tutur Nurdin.
Sekolah Tabligh Muhammadiyah yang dilaksanakan saat ini adalah Sekolah Tabligh Muhammadiyah #2. Sekolah Tabligh Muhammadiyah #1 telah dilaksanakan pada bulan Januari hingga Februari 2025.
Sekolah Tabligh Muhammadiyah #2 dilaksanakan secara berkeinambungan mulai bulan Agustus 2025 hingga Februari 2026 dan dibagi ke dalam tujuh zona.
“Sekolah Tabligh Muhammadiyah Angkatan Pertama (#1) dilakukan secara terpusat dan diikuti peserta dari semua PDM se-Sulsel, sedangkan Sekolah Tabligh Muhammadiyah Angkatan Kedua (#2) dilakukan oleh masing-masing daerah dan dibagi ke dalam tujuh zona,” jelas Nurdin.
Ke-7 zona tersebut yaitu Zona 1: Makassar, Gowa, Maros, dan Takalar, Zona 2: Pangkep, Barru, Jeneponto, dan Bantaeng, Zona 3: Parepare, Pinrang, Sidrap dan Wajo, Zona 4: Enrekang, Tana Toraja, dan Toraja Utara, Zona 5: Palopo, Luwu, Luwu Utara, dan Luwu Timur, Zona 6: Bone, Soppeng, Sinjai, dan Bulukumba, serta Zona 7: Selayar.(r)
















