Ia menegaskan bahwa keterbatasan personel dan infrastruktur menjadi tantangan besar. Namun Dishub tetap berkomitmen hadir untuk masyarakat.
“Memang tidak ringan kerja kami di Dishub, dengan personel yang sangat minim dan fasilitas yang terbatas. Tetapi kami berusaha memberikan yang terbaik. Kalau dulu masyarakat bilang tidak pernah lihat Dishub di jalan, alhamdulillah sekarang anggota kami sudah bersama-sama polantas di titik-titik kemacetan,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Makassar, Nauli Rahim Siregar, S.H., M.H., yang turut hadir dalam forum tersebut, menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan ini.
“Saya sangat mengapresiasi, dan ini sebuah kegiatan yang harus dilakukan secara berkesinambungan dan kontinu, karena memberikan edukasi kepada masyarakat untuk menjadi tertib berlalu lintas. Salah satu problematika di kota metropolitan adalah soal kemacetan. Nah, kemacetan ini harus dicarikan solusinya, bukan dibiarkan. Dan salah satu bentuk pencarian solusi adalah dengan adanya forum-forum seperti ini,” ujar Nauli.
Kajari Makassar juga menyarankan agar forum ini tidak hanya berhenti di level kota, melainkan diturunkan hingga ke tingkat kecamatan dan kelurahan.
“Saya menyarankan juga nanti ada turunan dari forum ini di tingkat kecamatan dan tingkat kelurahan, sehingga edukasi itu bisa langsung menyentuh akar rumput di masyarakat,” jelasnya.
Forum Lalu Lintas ini dihadiri oleh berbagai unsur terkait, mulai dari aparat kepolisian, perwakilan pemerintah, hingga tokoh masyarakat, dengan tujuan bersama mewujudkan masyarakat tertib berlalu lintas dan mendukung Makassar bebas macet.(jk)
Editor: Manaf Rachman
















