Suara anak – anak dari ruang kelas dengan sambutan guru – guru SDN 34 Minggi, senantiasa membuat tim relawan bangga serta
haru. Beginikah potret mencerdaskan anak bangsa tanpa sarana signal ponsel di daerah terpencil ?
Saya sebagai penulis dalam perjalanan ini, merasa malu ketika hanya hujan yang disertai badai saja, kita merasa malas datang ke sekolah, padahal di tempat terpencil ini ada anak – anak yang butuh ilmu untuk diberikan.
Dengan memperkenalkan diri dengan semua guru yang ada di sana. Tibalah saatnya tim relawan berbagi tugas.
Empat guru tim hebat berbagi memberikan fasilitas pelatihan dan tanya jawab kepada guru SDN 34 Minggi. Dimana sesi ini menjadi momen berharga, karena guru-guru bukan hanya mendapatkan materi terbaru seputar Deep Learning, Artificial Intelligence (AI) dan coding yang jarang atau bahkan tidak pernah mereka dapatkan.
Begitu pula dengan Tim yang mengajar di ruang kelas yang kami gabung menjadi 1 kelas saja . Dengan antusiasme mereka langsung memberikan pembelajaran secara menyenangkan dengan sentuhan permainan di dalamnya. Siswa-siswi di SDN 34 Minggi bukan hanya senang dengan metode pembelajaran yang kami berikan. Mereka sangat antusias bahkan berlomba untuk menjadi yang terbaik saat pembelajaran berbasis permainan dilakukan di dalam kelas .
Bukan hanya pembelajaran seputar perhitungan dan bahasa inggris, tetapi kami juga memberikan pembelajaran seputar agama Islam mulai dari baca tulis Al-Qur’an dan do’a – do’a harian, agar kelak menjadi manusia yang cerdas dari segi akademik dan juga akan memiliki akhlak yang baik.
Dengan jamuan kacang tanah rebus dan berbagai hasil panen daerah Minggi, membuat Guru Hebat Berbagi sadar bahwa sesuatu yang dilakukan dengan ikhlas dan bersyukur akan mendapatkan manfaat besar bagi lingkungan sekitar maupun orang – orangnya.
Terbukti di SDN 34 Minggi adalah daerah pelosok yang jauh dari keramaian, tetapi adab sopan santun mereka tetap menjadi nomor satu di kehidupannya serta pakaian anak-anak sekolah di sana rapih dan bersih .
Terima kasih kepada kepala sekolah SDN 34 Minggi, Bapak M. Ishak Kammas , S.Pd dan guru – guru SDN 34 Minggi serta anak – anak sholeh dan Sholeha di SDN 34.
Banyak hal yang tim dapatkan di Desa Minggi, mulai dari pentingnya bersyukur, berbagi dan tentunya satu hal yang saya dapatkan dari Program guru hebat berbagi ini adalah seorang guru yang baik dan hebat adalah guru yang selalu ingin membagikan ilmunya kepada semua anak didik tanpa membedakan status serta suku dan tidak memendam ilmu dan inspirasi tersebut hanya sebagai kebutuhan semata.
Tim Guru Hebat Berbagi mempersembahkan satu puisi untuk anak anak di Desa Minggi.
“Tak perlu terkenal untuk bisa menjadi yang terbaik . Tak perlu bising hanya untuk menjadi unggul,
Cukup berikan aku ketenangan dan kedamaian, maka kuciptakan rasa dan inspirasiku sendiri
Walau kami di pegunungan, tak mengenal apa itu pasar malam dan rel kereta api.
Tapi kami tetap ingin menjadi tunas harapan bangsa.
Kami tak pernah mendengar bahasa terkini seperti anjay dan gacor. Layaknya di sebuah sekolah metropolitan,
Tapi dengan adab dan sopan santun yang kami suguhkan
Kami yakin tetap menjadi pesaing untuk pemenang di mata Tuhan.
Informasi kisah perjalanan Guru Hebat Berbagi diperoleh dari Humas Andi Ratna Manikam. Adapun penulis Kisah perjalanan disusun oleh Adnan, S.Pd yang beranggotakan tim GHB yakni Muslimin, S.Pd, Amriani, S.Pd,.M.Pd, Nurul Qamariyah, S.Pd.Gr, Takdir, S.Pd, Sabaruddin S.Pd.I, M.Pd, Slamet Widodo , S.Pd, Abustam, S.Pdi dan Darwis.AD, S.Pd. (manaf)
















