Home / Sulsel

Senin, 29 September 2025 - 21:56 WIB

Komunitas Guru Hebat Berbagi Kunjungi Siswa  SDN 34 Minggi di Pelosok Desa

MEDIASINERGI.CO MAKASSAR — Ketangguhan para relawan komunitas Guru Hebat Berbagi patut dibanggakan karena mampu membuat siswa-siswi tersenyum ceria dan anak – anak di pelosok  Desa Minggi’, Kabupaten  Pangkep, karena bisa  merasakan pembelajaran yang lebih maju.

Karena kehadiran Komunitas Guru Hebat berbagi dan tim relawan, bisa menyajikan materi pengajaran berbasis  Deep Learning , AI dan Coding serta memperlihatkan sistem Bermain sambil belajar kepada  siswa-siswi  SDN 34 Minggi’.

Komunitas Guru Hebat Berbagi sukses menggelar kegiatan praktik baik (Best Practice ) di UPT SDN 34 Minggi’, yang merupakan salah satu sekolah yang berada di pelosok dengan status Negeri yang terletak di Desa Tompo Bulu, RT 03 / RW. 03 Dusun Tanete PadangTangaraya,  Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangakajene dan Kepulauan.

Sebuah sekolah pelosok yang barada di wilayah pegunungan yang memiliki tiga  ruang kelas dan satu ruang guru dengan jumlah siswa secara keseluruhan sebanyak 11 orang, terdiri atas 1 siswa  kelas 1, 2 orang siswa kelas 3, 4 orang murid kelas 4, 2 orang murid kelas 5 dan 2 orang murid kelas 6.

Sabtu pagi, 27 September 2025, sang Surya bersinar terang seakan  menampakkan ketulusannya dan  menjadi saksi atas kunjungan tim komunitas Guru Hebat Berbagi yang menempuh perjalanan dengan roda 2 ke Desa Minggi’.
Tidak seperti hari – hari biasanya, dimana  panas terik matahari sangat menyengat. Namun kunjungan kali ini sangat adem. Mentari seolah ingin bersahabat dan ikut melihat betapa tangguhnya dan indahnya berbagi ilmu di  pelosok desa.
Minggi’ sesuai dengan namanya merupakan Desa yang menyerupai kata Minggir atau menepi yang berarti Desa “terpinggirkan”. Dalam arti kata bahwa Desa yang mengasingkan diri, bukan karena keadaan atau sengaja menjauh dari hiruk pikuk bisingnya Kota. Akan tetapi memang takdir dan Kuasa Semesta Desa Minggi letaknya jauh dipelosok.

Delapan orang Guru Hebat Berbagi dan tim relawan mulai memasuki daerah pelosok yang disebut Desa Minggi’  dengan bantuan petunjuk arah oleh kepala sekolah desa setempat, yang membuat tim relawan  semakin bersemangat dan penasaran seperti apa Desa Minggi dan Sekolah Dasarnya di sana ?

Dimulailah dengan pendakian dan tanjakan bertanah tandus, melewati hutan,  sesekali terdengar suara kokok ayam hutan seolah menyambut kami para Guru Hebat Berbagi datang ke tempatnya.

Suara gonggongan anjing di setiap jalan menjadi audio visual layaknya menonton film mewah yang tak bisa terbayarkan oleh materi.

Tak hanya sampai disitu, di sisi kanan dan kiri jurang curam menganga  di kedalaman  100 meter yang semakin menanjak,  maka semakin tinggi pula tingkat kecuramannya.
Setiap pemberhentian kami gunakan untuk istirahat dan di daerah itu  terdapat pohon Manggis hutan yang tak kalah lezat rasanya dari buah-buahan mahal yang dijajajakkan di pasar sentral Pangkajene.
Anak sungai yang mengalir menambah suasana asri dan damainya hidup di desa Minggi’.
“Tak semudah itu kawan !!!”, ujar Ishaq,  Kepala sekolah SDN 34 Minggi yang memandu perjalanan, jembatan kayu yang terbuat dari batang  kayu jati terlihat  hampir lapuk, yang membuat adrenalin semakin tertantang .
Tim komunitas GHB melewati tujuh jembatan  untuk sampai di perkampungan Minggi yang jaraknya setiap 1 kilometer  terdapat 1 jembatan.
“Tinggal 500 meter lagi !!! ” celetuk pak Ishaq, sebagai wujud untuk memberikan semangat kepada tim  relawan yang mulai letih dan  gelisah ingin menyudahi perjalanan sampai di jembatan kedua saja.
Di tengah perjalanan ke Desa Minggi, ada  salah satu motor yang digunakan salah arah dan oleng.

Dua jam berlalu, capek dan penat yang dirasakan segera terbayarkan, ketika tim Guru Hebat Berbagi sudah melihat rumah-rumah warga satu persatu.
Sebuah bangunan bercat dinding kuning kusam di halaman terdapat pohon jambu mete menandakan bahwa tim sudah  tiba dengan selamat di tempat yang dituju yaitu SDN 34 Minggi’.

Suara anak – anak dari ruang kelas dengan sambutan guru – guru SDN 34 Minggi,  senantiasa membuat tim relawan  bangga serta
haru. Beginikah potret mencerdaskan anak bangsa tanpa sarana signal ponsel di daerah terpencil ?

Saya sebagai penulis dalam  perjalanan  ini, merasa malu ketika hanya hujan yang disertai badai saja, kita merasa malas datang ke sekolah,  padahal di tempat terpencil ini ada anak – anak yang butuh ilmu untuk diberikan.
Dengan memperkenalkan diri dengan semua guru yang ada di sana. Tibalah saatnya tim relawan berbagi tugas.

Empat guru tim hebat berbagi memberikan fasilitas pelatihan dan tanya jawab kepada guru SDN 34 Minggi. Dimana sesi ini menjadi momen berharga, karena guru-guru bukan hanya mendapatkan materi terbaru seputar Deep Learning, Artificial Intelligence (AI) dan coding yang jarang atau bahkan tidak pernah mereka dapatkan.

Begitu pula dengan Tim yang mengajar di ruang kelas yang kami gabung menjadi 1 kelas saja . Dengan antusiasme mereka langsung memberikan pembelajaran secara menyenangkan dengan sentuhan permainan di dalamnya.  Siswa-siswi di SDN 34 Minggi bukan hanya senang dengan metode pembelajaran yang kami berikan. Mereka sangat antusias bahkan berlomba untuk menjadi yang terbaik saat pembelajaran berbasis permainan dilakukan di dalam kelas .

Bukan hanya pembelajaran seputar perhitungan dan bahasa inggris, tetapi kami juga memberikan pembelajaran seputar agama Islam mulai dari baca tulis Al-Qur’an dan do’a – do’a harian,  agar kelak menjadi manusia yang cerdas dari segi akademik dan  juga akan memiliki akhlak yang baik.

Dengan jamuan kacang tanah rebus dan berbagai hasil panen daerah Minggi,  membuat  Guru Hebat Berbagi sadar bahwa sesuatu yang dilakukan dengan ikhlas dan bersyukur akan mendapatkan manfaat besar bagi lingkungan sekitar maupun orang – orangnya.
Terbukti di SDN 34 Minggi adalah daerah pelosok yang jauh dari keramaian, tetapi adab sopan santun mereka tetap menjadi nomor satu  di kehidupannya  serta pakaian anak-anak sekolah di sana rapih dan bersih .

Terima kasih kepada kepala sekolah SDN 34 Minggi,  Bapak M. Ishak Kammas , S.Pd dan guru – guru SDN 34 Minggi serta anak – anak sholeh dan Sholeha di SDN 34.
Banyak hal yang tim dapatkan di Desa Minggi, mulai dari pentingnya bersyukur, berbagi dan tentunya satu hal yang saya dapatkan dari Program guru hebat berbagi ini adalah  seorang guru yang baik dan hebat adalah guru yang selalu ingin membagikan ilmunya kepada semua anak didik tanpa membedakan status serta suku dan tidak memendam ilmu dan inspirasi tersebut hanya sebagai kebutuhan semata.

Tim Guru Hebat Berbagi mempersembahkan satu puisi untuk anak anak di Desa Minggi.

“Tak perlu terkenal untuk bisa menjadi yang terbaik . Tak perlu bising hanya untuk menjadi unggul,
Cukup berikan aku ketenangan dan kedamaian, maka kuciptakan rasa dan inspirasiku sendiri
Walau kami di pegunungan,  tak mengenal apa itu pasar malam dan  rel kereta api.
Tapi kami tetap ingin menjadi tunas harapan bangsa.
Kami tak pernah mendengar bahasa terkini seperti anjay dan gacor. Layaknya di sebuah sekolah metropolitan,
Tapi dengan adab dan sopan santun yang kami suguhkan
Kami yakin tetap menjadi pesaing  untuk pemenang di mata Tuhan.

Informasi kisah perjalanan Guru Hebat Berbagi diperoleh dari Humas Andi Ratna Manikam. Adapun penulis Kisah perjalanan disusun oleh Adnan, S.Pd yang beranggotakan tim GHB yakni  Muslimin, S.Pd, Amriani, S.Pd,.M.Pd, Nurul Qamariyah, S.Pd.Gr, Takdir, S.Pd,  Sabaruddin S.Pd.I, M.Pd, Slamet Widodo , S.Pd, Abustam, S.Pdi dan Darwis.AD, S.Pd. (manaf)

Ditulis oleh Hamzah Sinergi

Wartawan resmi mediasinergi.co. Specialist konten berita, pendidikan, kesehatan, dan olahraga

Share :

Baca Juga

PINRANG

Siswa UPT SDN 240 Pinrang Raih Prestasi di Ajang Bazar dan Dakwah Keliling DMI x IDM

Sulsel

Pengurus DPP IARMI Silaturrahmi Kajati Sulsel

Sulsel

Mengabdi 22 Tahun, Bupati Takalar Lepas Sekda Muhammad Hasbi Pindah Tugas ke Pemkot Makassar

Sulsel

Pantau Kabut Asap di BMKG, Wali Kota Munafri Siapkan Solusi Konkret

Sulsel

Terima Audiens Danyon 432/Kostrad, Bupati Daeng Manye Bahas Latihan di Takalar

Sulsel

Tak Lagi Kenal RS Tipe A-B-C, Kota Makassar Siap Terapkan Sistem Rujukan Berbasis Kompetensi

Sulsel

Andi Rosmam Hadiri Hari Santri 2026, Tegaskan Dukungan Pemkab Wajo untuk Pesantren

Sulsel

Wali Kota Munafri Minta Kontraktor Berdayakan Warga Untia dalam Pembangunan Stadion