Sebelumya, inovasi mengenai air bersih yang diambil langsung dari Bendungan Bili-Bili Gowa, menurutnya, sudah bagus namun tidak sepenuhnya warga menikmati air bersih.
“Jadi ini menjadi tantangan baru bagi direksi PDAM, bagaimana cakupan air di Utara ini bisa minimal 80 persen. Tapi Alhamdulillah lagi kalau bisa 100 persen,” ungkap William.
Untuk lampu jalan sudah harus dipasang di semua lorong. Sebab, warga butuh penerangan ketika melakukan aktivitas di malam hari atau menjelang pagi.
“Lampu jalan ini sangat krusial terutama di daerah yang cukup kecil, sehingga ketika ini bisa terealisasi biar warga yang mau salat subuh lebih enak juga,” katanya.
Selanjutnya, beberapa keluhan lainnya yaitu drainase dan paving blok.
Khusus drainase, ia menyebut bahwa seharusnya tidak ada penutup yang menghalangi. Dengan begitu, petugas kebersihan atau warga yang melakukan gotong royong dapat membersihkan sedimentasinya dengan mudah.
“Jadi kalau ada pengerukan itu tidak bisa dibuka, kalau tidak dibuka kan itu bisa menumpuk di situ. Apalagi kalau ada semen masuk disitu akhirnya bisa jadi paten,” tutupnya.(jk)
Editor: Manaf Rachman
















