DBR juga menekankan bahwa Sumpah Pemuda bukan sekadar peringatan sejarah, melainkan momentum untuk membangun masa depan yang lebih baik.
“Pemuda Wajo harus menjadi pelopor inovasi, teknologi, dan pembangunan berkelanjutan. Sumpah Pemuda mengajarkan kita satu tanah air, satu bangsa, satu bahasa. Di era digital ini, pemuda Wajo harus tangguh menghadapi tantangan global. Mari kita wujudkan Wajo Maradeka,” tegasnya.
Pemerintah Kabupaten Wajo, kata DBR, berkomitmen mendukung generasi muda melalui program pendidikan, kewirausahaan, dan olahraga agar menjadi motor kemajuan daerah.
Upacara yang dimulai pukul 08.00 WITA itu diikuti ratusan siswa dari berbagai sekolah, anggota Pramuka, Karang Taruna, serta jajaran ASN lingkup Pemkab Wajo. Di bawah langit pagi Sengkang, gema Sumpah Pemuda kembali menggema — mengingatkan bahwa cita-cita persatuan dan kemajuan tak lekang oleh waktu.(eddy)
















