Sementara untuk mendukung produktivitas pertanian, warga mengajukan pengadaan pompa celup (bor dalam) guna mengairi sekitar 30 hektare lahan sawah yang selama ini kekurangan pasokan air.
Tidak hanya soal pembangunan, masyarakat juga menyoroti aktivitas tambang ilegal yang dinilai meresahkan warga dan merusak lingkungan. Mereka meminta aparat terkait untuk segera menertibkan kegiatan tambang tersebut.
Merespons berbagai aspirasi yang masuk, H. Syamsuddin Ahmad menegaskan komitmennya untuk menindaklanjuti seluruh usulan masyarakat.
“Semua usulan masyarakat akan kami catat dan teruskan ke OPD terkait. Kami akan kawal agar bisa masuk dalam program prioritas daerah,” tegasnya.
Reses ditutup dengan dialog interaktif antara masyarakat dan perwakilan dinas yang turut memaparkan sejumlah program pembangunan tahun 2025. (ADV)
















