MEDISINERGI.CO
MAKASSAR – Di sudut Lantai I Masjid Besar Al-Abrar, Jalan Sultan Alauddin, Makassar, tangis kecil sesekali pecah, lalu berganti tawa. Bukan tangis kesedihan, melainkan keberanian yang sedang diuji, Ahad 2 Agustus 2026.
Sebanyak 65 anak yatim, yatim piatu, dan anak-anak dari keluarga kurang mampu menjalani khitan massal yang diselenggarakan Yayasan Padepokan Fatwa Kehidupan (YPFK) Majelis Wilayah Sulawesi Selatan, di bawah kepemimpinan Daniel bersama Sekretaris Nuh. Ilham, S.Pd., Dg. Naba.
Di tempat yang menjadi rumah ibadah itu, kepedulian menjelma menjadi pelukan hangat bagi mereka yang selama ini menunggu uluran tangan.
Nuh. Ilham, yang sehari-hari mengabdi sebagai marbot Masjid Besar Al-Abrar, menuturkan bahwa hasil penelusurannya masih menemukan anak-anak yang telah menginjak bangku SMP namun belum sempat dikhitan.
Bukan karena mereka enggan, tetapi karena himpitan ekonomi membuat kebutuhan itu harus terus ditunda.
Dari kenyataan itulah lahir tekad untuk menghadirkan solusi. Dengan menggandeng tenaga kesehatan yang telah tersertifikasi, YPFK mengubah kegelisahan banyak orang tua menjadi rasa syukur yang tak mampu diukur dengan angka.

















