Setelah proses khitan selesai, satu per satu anak menerima bingkisan sederhana: uang saku Rp50 ribu, celana sunat, dan sebuah celengan mini.
Nilainya mungkin tidak besar, tetapi maknanya begitu dalam. Celengan kecil itu seakan berbisik bahwa masa depan yang baik selalu dimulai dari kebiasaan menabung, dari mimpi-mimpi yang dirawat sejak usia belia.
Ketua Masjid Besar Al-Abrar, H. Hilal Kadir, didampingi Sekretaris H. Syakhruddin, DN, menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh jajaran YPFK yang telah memilih masjid sebagai ruang berbagi kasih.
Harapannya sederhana, namun penuh makna: semoga tahun depan jumlah penerima manfaat bertambah menjadi seratus anak.
Sebab, setiap senyum yang kembali merekah di wajah seorang anak adalah sedekah yang tak pernah kehilangan pahala, dan setiap tangan yang mengulurkan kepedulian sejatinya sedang membangun peradaban yang lebih manusiawi.
Semoga langkah-langkah kecil yang lahir dari keikhlasan terus menjadi jalan bagi hadirnya harapan. Sebab di negeri ini, kemanusiaan selalu menemukan rumahnya pada hati yang gemar berbagi. (sdn)

















