Dalam sambutannya, Rosman menegaskan bahwa Koperasi Merah Putih dibentuk berdasarkan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Koperasi ini diharapkan menjadi penopang ekonomi masyarakat, bukan sekadar nama atau formalitas belaka.
“Program ini dirancang untuk memperkuat ekonomi desa. Koperasi Merah Putih harus mampu mengurangi kemiskinan dan membuka lapangan kerja,” tuturnya.
Dukungan serupa juga datang dari Kepala Disperindagkop UKM Wajo, Andi Aso Ashari. Ia menyebut pihaknya siap membantu penuh pengembangan Koperasi Merah Putih.
“Kami yakin koperasi ini bisa memberi energi baru untuk ekonomi masyarakat,” katanya.
Saat ini, terdapat 190 Koperasi Merah Putih di Kabupaten Wajo—142 di desa dan 48 di kelurahan—dengan total anggota 1.520 orang. Jumlah ini sesuai instruksi Presiden untuk percepatan pembentukan Koperasi Merah Putih di seluruh wilayah.(Adv)
















