Laporan: Eddy Mulyawan
MEDIASINERGI.CO WAJO — Upaya Pemerintah Kabupaten Wajo memperkuat basis keberlanjutan daerah kembali terlihat nyata. Di bawah kepemimpinan Bupati Andi Rosman, Pemkab Wajo mengakselerasi program restorasi Danau Tempe sebagai bagian dari pelaksanaan visi Wajo Maradeka, sebuah visi pembangunan yang menempatkan keadilan ekologis sebagai pijakan utama tumbuhnya ekonomi masyarakat.
Agenda pemulihan ekologis tersebut terfokus melalui kegiatan Manre Sipulung yang dipusatkan di kawasan TPI 45, Kecamatan Tempe, Jumat 5 Desember 2025.
Dalam kegiatan ini, Bupati Rosman memimpin langsung penebaran puluhan ribu bibit ikan dengan melibatkan nelayan, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan sektor perikanan.
Aksi ini bukan hanya program rutinitas, tetapi strategi rekonstruksi ekosistem yang diproyeksikan memberikan manfaat ekonomi jangka panjang bagi masyarakat pesisir.
“Alhamdulillah, hari ini kita kembali turun bersama masyarakat. Kegiatan ini adalah bentuk keseriusan kita menjaga fungsi sumber daya alam agar manfaatnya tidak hanya dinikmati hari ini, tetapi terus berkelanjutan,” kata Rosman.
Danau Tempe yang selama bertahun-tahun menjadi penopang utama mata pencaharian ribuan nelayan mengalami tekanan ekologis akibat sedimentasi, pemanfaatan yang tidak seimbang, dan menurunnya populasi ikan. Pemetaan Pemkab menunjukkan bahwa pemulihan ekosistem perairan menjadi kunci bagi stabilitas produksi perikanan.
Merespons tantangan tersebut, Pemkab Wajo menebar lebih dari 94.000 bibit ikan, terdiri dara
57.500 ekor ikan betok (oseng), 12.500 ekor ikan tambakan (biawan), 12.000 ekor ikan sepat siam,12.500 ekor ikan samelang/kelling/lele lokal.
















