Ia menekankan bahwa dua kata kunci dalam penanganan masalah perempuan adalah pencegahan dan pendampingan. Karena itu, kapasitas pendamping harus terus diasah melalui pelatihan berkelanjutan.
Pesan Tegas Kadis DP3A: Satu Komando dan Fokus di Wilayah; Dalam arahannya, Kadis DP3A Kota Makassar berpesan tegas agar seluruh shelter warga tetap bergerak dalam satu komando.
Ia mengingatkan agar pengurus tidak melakukan agitasi ataupun memperluas penanganan kasus hingga keluar dari wilayah kerja masing-masing.
“Sibuklah di wilayah masing-masing. Jangan merambah ke kelurahan lain dengan dalih penjangkauan,” tegasnya.
Ia menambahkan, bahwa koordinasi, kerja sama, dan sinkronisasi dengan UPT DP3A di Jalan Nikel Makassar menjadi kunci penyelesaian kasus yang tepat sasaran.
“Jangan berjalan sendiri. Apa yang Anda lakukan tetap kami monitor,” ujarnya dengan suara yang menggelegar.
Dialog, Foto Bersama, dan Penyerahan Rompi ; Rangkaian acara ditutup dengan sesi dialog interaktif, berbagi pengalaman antar-shelter, serta pembahasan pengembangan program ke depan.
Pada penghujung kegiatan dilakukan foto bersama dan penyerahan dua lembar rompi bagi pengurus shelter yang baru terbentuk sebagai simbol kesiapsiagaan dalam pelayanan kasus (sdn)
















