Menanggapi pemaparan itu, Munafri menegaskan bahwa data yang diserahkan sangat berharga untuk memperkuat arah pembangunan inklusif di kota ini.
“Memang kami ingin ke depan, setiap kegiatan harus memastikan akses bagi penyandang disabilitas,” jelas Munafri.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas pendampingan Yayasan Kota Kita Surakarta yang telah memberikan penguatan kapasitas melalui program Capacity Building, seperti peningkatan wawasan digital hingg UMKM para difabel.
“Dengan senang hati kami terbuka untuk kolaborasi lebih jauh. Silakan disampaikan hal-hal yang bisa kami dukung, terutama output dari penelitian ini. Kami sangat menghargai komitmen teman-teman yang hadir membantu Makassar,” ungkapnya.
Lebih jauh, Munafri ingin kehadiran dokumen profil tersebut menjadi pedoman resmi Pemkot Makassar untuk untuk menciptakan kota yang lebih ramah bagi penyandang disabilitas.
Untuk itu, ia meminta untuk memperbanyak cetakan buku tersebut sebagai referensi Pemerintah Kota yang bisa diakses oleh banyak pihak serta hadir di ruang-ruang pelayanan publik. Termasuk hadir di ruang tamu Kantor Wali Kota Makassar.
“Buku Profil ini sangat baik untuk diperbanyak. Juga untuk diletakkan di ruang-ruang tunggu sebagai referensi bacaan,” tutupnya.(jk)
Editor: Manaf Rachman
















