“Bagi kami di pemerintah kota, ini bukan sekadar ekspor. Ini tentang membuka peluang kerja, meningkatkan pendapatan nelayan pulau, dan memastikan mereka tidak hanya menjual hasil tangkapan mentah, tetapi mendapatkan nilai tambah,” tegasnya.
Munafri juga berharap keberhasilan PT. NNS dapat menjadi pemantik bagi pelaku usaha lain untuk ikut menggarap potensi kelautan Makassar dan Sulawesi Selatan.
Ia menilai, kedekatan bahan baku dengan lokasi pengolahan menjadi keunggulan tersendiri karena mampu menekan biaya logistik dan meningkatkan efisiensi.
Direktur Utama PT. Nirvana Niaga Sejahtera, Nurhadi Samad, menjelaskan bahwa permintaan dari mitra Jepang tidak dibatasi volume.
Total produk frozen cephalopods (gurita) yang di ekspor dengan volume awal sebanyak satu kontainer 20 feet atau sekitar 14-15 ton ke Jepang.
“Untuk tahap awal kami kirim satu kontainer 20 feet, sekitar 14-15 ton. Permintaan mereka sangat besar dan tidak mengenal batas volume, berapapun bisa diserap,” jelasnya.
Sementara, Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim Kemenko Pangan, Dandy Satria Iswara, memberikan apresiasi dan berharap pelepasan ekspor perdana ini menjadi langkah awal bagi penguatan ekosistem industri perikanan di Makassar.
Sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pemain utama dalam perdagangan pangan laut dunia.
“Tentu ini bukti bahwa baik itu PT. NNS, baik itu Kota Makassar dan Indonesia, produk perikanan kita bisa memenuhi standar global,” pungkasnya.(jk)
Editor: Manaf Rachman
















