MEDIASINERGI.CO MAKASSAR — Komisi C DPRD Kota Makassar mendesak pemerintah kota mengambil langkah penanganan banjir yang terpadu, sistematis, dan berjenjang di tengah musim hujan yang masih melanda sejumlah wilayah di Makassar.
Sekretaris Komisi C DPRD Makassar, Ray Suryadi Arsyad, mengatakan beberapa kawasan di Makassar memiliki tingkat kerawanan banjir cukup tinggi, terutama daerah berkontur rendah.
Wilayah seperti Antang dan Manggala disebut kerap terdampak genangan saat hujan berintensitas tinggi.
“Beberapa wilayah dengan posisi tanah lebih rendah sering mengalami genangan. Ini perlu penanganan serius dan terkoordinasi,” ujarnya, Minggu 11 Januari 2026.
Ray menilai persoalan banjir membutuhkan keterlibatan aktif pemerintah kota, terutama Dinas Pekerjaan Umum (PU) serta Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, untuk turun langsung melakukan peninjauan lapangan dan perbaikan infrastruktur secara prioritas. Sistem drainase disebut menjadi fokus utama penanganan.
Ia mendorong optimalisasi peralatan yang dimiliki pemerintah kota, antara lain excavator amfibi milik Dinas PU, untuk pengerukan sedimen di kanal-kanal besar yang menjadi penampung utama aliran air.
“Dinas PU punya excavator amfibi yang bisa dimanfaatkan untuk mengeruk sedimen di kanal besar. Kanal-kanal itu mampu menampung volume air yang besar, sehingga perlu dipelihara,” jelasnya.
Ray juga menyampaikan terkait pembagian kewenangan pengelolaan drainase. Saluran dengan lebar sekitar 50 hingga 100 sentimeter berada di bawah kewenangan kecamatan, sementara drainase lebih kecil menjadi tanggung jawab pemerintah kelurahan.
















