“Penyaluran tidak diberikan ke kelurahan atau organisasi masyarakat. Kita jaga agar tidak menimbulkan kecemburuan dari pihak lain,” katanya.
Sementara itu, terkait insentif pemandi jenazah dan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, Andi Zulkifly mengakui hingga saat ini belum ada penambahan insentif bagi pemandi jenazah.
“Berdasarkan laporan, memang belum ada penambahan insentif untuk pemandi jenazah. Saat ini bagian Kesejahteraan Rakyat masih mencari formula agar program ini bisa ditingkatkan,” ujarnya.
Adapun untuk BPJS Ketenagakerjaan, Pemkot Makassar telah memasukkan program tersebut sebagai salah satu prioritas, namun tetap dengan persyaratan tertentu.
“BPJS Ketenagakerjaan masuk dalam program prioritas pemerintah kota, tetapi ada syarat yang harus dipenuhi, salah satunya kategori pekerja rentan,” pungkasnya.
Sementara, Ketua Pembina Yayasan Tajdidul Imam KH Sudirman menyampaikan apresiasi kepada Pemkot Makassar atas dukungan yang selama ini diberikan dalam menunjang kegiatan sosial dan pelayanan kemanusiaan yang dijalankan yayasan tersebut.
Kiyai Sudirman (sapaan akrabnya) menyebutkan, berbagai bantuan dan dukungan dari pemerintah telah dirasakan secara nyata, termasuk pada tahun ini berupa fasilitas pinjam pakai satu unit mobil ambulans.
“Pertama-tama kami mengucapkan terima kasih atas dukungan pemerintah selama ini. Alhamdulillah, kerja sama dengan Yayasan Tajdidul Iman sudah berjalan dengan baik, dan tahun ini kami kembali mendapatkan bantuan berupa hak pinjam pakai mobil ambulans, sesuai dengan regulasi yang berlaku,” ujar Kiyai Sudirman.
Ia berharap ke depan kerja sama antara pemerintah dan yayasan dapat terus ditingkatkan, khususnya dalam pemenuhan perlengkapan operasional serta dukungan bagi tenaga kesehatan, terutama para pemandi jenazah.
“Insya Allah ke depan, penggunaan perlengkapan bisa lebih banyak bekerja sama. Termasuk dukungan bagi tenaga kesehatan, khususnya pemandi jenazah, agar dapat terus memberikan pelayanan dengan baik,” katanya.
Selain itu, Yayasan Tajdidul Iman juga menyampaikan pentingnya jaminan keselamatan dan kesejahteraan bagi para relawan yang tergabung di dalam yayasan. Saat ini, jumlah pemandi jenazah yang terlibat mencapai lebih dari 100 orang, dengan risiko kerja yang cukup tinggi.
“Jumlah pemandi jenazah kami lebih dari 100 orang. Risiko kecelakaan cukup besar, sehingga kami berharap adanya perlindungan seperti asuransi kecelakaan dan jaminan hari tua bagi teman-teman pejuang kemanusiaan di yayasan ini,” tuturnya.
Yayasan Tajdidul Iman berharap dukungan pemerintah dapat terus berlanjut dari tahun ke tahun, sehingga yayasan tersebut semakin mampu hadir di tengah masyarakat dan memberikan pelayanan sosial yang maksimal.
“Kami berharap ke depan Yayasan Tajdidul Iman semakin bisa hadir dan terus mendapat dukungan dari pemerintah dari tahun ke tahun,” pungkasnya.(jk)
Editor: Manaf Rachman
















