Home / Sulsel

Sabtu, 7 Februari 2026 - 08:09 WIB

Pemkot Makassar Perkuat Sinergi dengan Komisi V DPR RI dan BBWS untuk Penataan Kota

Ia menegaskan, persoalan tersebut akan dibenahi secara bertahap melalui kerja sama antara pemerintah pusat dan Pemerintah Kota Makassar, dengan tetap menghormati peran Wali Kota sebagai tuan rumah.

Sebagai tuan rumah tentu Pemkot Makassar, kolaborasi dengan lembaga di pusat mendorong sesuai tugas dan tanggung jawab masing-masing, termasuk dari Balai jalan dan Cipta Karya.

Hamka berharap, melalui sinergi dan sinkronisasi yang kuat, pembangunan infrastruktur dan penataan lingkungan di Kota Makassar dapat berjalan lebih optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Ini menjadi harapan kita bersama agar sinkronisasi pembangunan di Kota Makassar bisa berjalan dengan baik dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Sedangkan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyambut baik dukungan dan komitmen kolaborasi yang diberikan oleh Komisi V DPR RI bersama jajaran balai dalam mendukung program penataan permukiman, kawasan pinggiran jalan, serta aliran sungai di Kota Makassar.

Menurut Munafri, dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan Pemerintah Kota Makassar, khususnya dalam menangani persoalan-persoalan perkotaan yang bersinggungan lintas kewenangan.

“Kami sangat menyambut baik dukungan dan support yang diberikan kepada Pemerintah Kota Makassar, terutama dalam hal penataan permukiman, pinggiran jalan, dan aliran sungai,” katanya.

“Banyak kewenangan yang memang harus kita bicarakan secara lintas sektor dan lintas kewenangan,” sambung Munafri.

Baca Juga:  Tingkatkan Pelayanan, Bupati Amran Serahkan Bantuan Pribadi Mobil Ambulance

Pria yang akrab disapa Appi itu menjelaskan, melalui kolaborasi lintas sektor bersama Pemerintah Kota Makassar akan memfokuskan pembahasan pada isu-isu strategis agar instansi yang memiliki kewenangan teknis dapat bekerja sama secara maksimal.

Ia mencontohkan, salah satu isu krusial yang dibahas dalam pertemuan tersebut adalah pengelolaan dan kebersihan kanal dan penataan aliran pinggiran sungai.

Selain aspek kebersihan, pembahasan juga mencakup pola penataan kawasan kanal agar tetap berfungsi dengan baik sekaligus mendukung estetika kota.

“Contohnya, bagaimana menjaga kebersihan kanal, bagaimana pola penataan yang ada di dalamnya, sampai termasuk pengelolaan IPAL Losari,” ungkap Munafri.

Munafri berharap, melalui sinergi dan koordinasi yang kuat antara pemerintah pusat dan Pemerintah Kota Makassar, program penataan kota dapat berjalan lebih terarah, terintegrasi, dan memberikan dampak nyata bagi kenyamanan serta kualitas hidup masyarakat Makassar.

Selain itu, penataan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang beraktivitas di atas trotoar juga menjadi salah satu topik pembahasan.

Munafri menegaskan, penataan tersebut dilakukan untuk memastikan hak-hak masyarakat, khususnya para pejalan kaki, dapat dihormati dan dilindungi.

“Penataan PKL di atas trotoar juga kita bahas. Ini menjadi bagian dari upaya kita bersama untuk melihat bagaimana hak-hak masyarakat, khususnya pejalan kaki, bisa kita hormati,” tutupnya.

Pada kesempatan ini, pihak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang, terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Kota Makassar dalam rangka pemeliharaan serta penataan kanal-kanal di wilayah Kota Makassar.

Baca Juga:  82 KPM Desa Batu Terima BLT Tahap ke 2

Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen jangka panjang yang telah berjalan sejak tahun-tahun sebelumnya dan akan terus dilanjutkan hingga tahun 2026.

Kepala BBWS Pompengan Jeneberang, Heriantono Waluyadi, mengatakan bahwa pihaknya tengah memproses rencana kolaborasi bersama Pemerintah Kota Makassar, terkait penataan dan pembersihan kanal, guna memastikan fungsi kanal tetap optimal, khususnya dalam menghadapi musim hujan

“Kami akan terus melakukan koordinasi rencana pemeliharaan kanal-kanal di Kota Makassar dan berproses untuk kolaborasi penataan serta pembersihan kanal-kanal. Ini sudah berjalan dari tahun-tahun sebelumnya dan akan kami lanjutkan hingga tahun 2026,” ujar Heriantono.

Selain penataan fisik, BBWS Pompengan Jeneberang juga melakukan koordinasi terkait pengoperasian pintu air dan pompa-pompa yang terdapat di kanal-kanal utama di Kota Makassar.

Ia menegaskan, apabila kanal terbebas dari sampah dan limbah, maka fungsi kanal sebagai sistem drainase akan berjalan sesuai dengan kapasitas desain yang telah direncanakan, sehingga mampu mengurangi potensi genangan dan banjir saat musim hujan.

“Kalau kanal terjaga kebersihannya, fungsi drainase pada musim hujan bisa berjalan sesuai kapasitas desain yang ada,” pungkasnya.(jk)

Editor: Manaf Rachman

Share :

Baca Juga

SOPPENG

Bupati Soppeng Hadiri Tasyakuran Brigjen Pol H. Faizal di Takalala

Sulsel

SPMB Makassar 2026 Dibuka 8 Juni, Disdik Minta Orang Tua Segera Buat Akun dan Siapkan Dokumen

PWI

Pelaksanaan Konferprov PWI Sukses, Hindari Permusuhan, Panitia Dibubarkan

ENREKANG

TNI bersama Masyarakat Gotong Royong Membangun Jembatan Armaco

Sulsel

Kota Makassar Kian Toleran, Munafri Resmikan Kelenteng Ji Li Gong sebagai Simbol Kerukunan

PINRANG

Sebanyak 386 Jamaah Haji Asal Kabupaten Pinrang yang Tergabung dalam Kloter 8 Embarkasi UPG Tiba di Tanah Air

Sulsel

Lindungi Generasi Muda dari Nikotin, Pemkot Makassar Perkuat Regulasi Pengendalian Tembakau

Sulsel

Munafri Siapkan Reward dan Punishment Pengelolaan Sampah, OPD Jadi Garda Terdepan