Pengerjaan fisik dijadwalkan dimulai pertengahan 2026, dengan fokus pada peningkatan kualitas dan perluasan badan jalan agar lebih kokoh serta tahan terhadap genangan air saat musim hujan.
“Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Makassar, dalam meningkatkan konektivitas wilayah. Khususnya di kawasan perbatasan, serta menjawab langsung aspirasi masyarakat yang selama ini mengharapkan akses jalan yang layak dan aman,” tuturnya .
Langkah ini merupakan respons atas aspirasi masyarakat, khususnya warga Kampung Romang Tangaya, yang selama ini harus menggunakan sampan sebagai alat transportasi utama menuju sekolah maupun beraktivitas sehari-hari.
Kondisi tersebut terjadi karena akses jalan di wilayah itu kerap terendam banjir saat musim penghujan, sementara jalur yang dilalui merupakan akses terdekat dan paling efisien dibandingkan alternatif jalan lainnya.
Melalui pembangunan jalan, Pemerintah Kota Makassar tetap merespon aspirasi warga terkait mobilitas keseharian, terutama para siswa, dapat berjalan lebih aman, nyaman, dan lancar, sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerataan infrastruktur hingga ke wilayah perbatasan kota.
Sebelumnya, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin meninjau langsung akses jalan di wilayah perbatasan Romang Tangayya pada akhir 2025 lalu.
Dalam kunjungan tersebut, Appi melihat langsung dan merespons kondisi jalan yang rusak parah dengan menyiapkan anggaran sekitar Rp4 miliar untuk perbaikan jalan beton, guna meningkatkan aksesibilitas dan pelayanan bagi warga di daerah tersebut.(jk)
Editor: Manaf Rachman
















