Home / Sulsel

Kamis, 8 Februari 2024 - 13:42 WIB

Diikuti Ratusan Peserta, Sekda Kabupaten Wajo Membuka Kegiatan Pendampingan SIPD RI Tahun 2024

Sekda Kabupaten Wajo, Menggelar Pendampingan Sistem Informasi Pemerintahan Daerah Republik Indonesia (SIPD-RI) Tahun 2024 Modul Penatausahaan Keuangan, di Hotel Ibis Styles, Jalan Dr. Ratulangi, Kota Makassar, Kamis 8 Februari 2024

Sekda Kabupaten Wajo, Menggelar Pendampingan Sistem Informasi Pemerintahan Daerah Republik Indonesia (SIPD-RI) Tahun 2024 Modul Penatausahaan Keuangan, di Hotel Ibis Styles, Jalan Dr. Ratulangi, Kota Makassar, Kamis 8 Februari 2024

MEDIASINERGI.CO MAKASSAR —  Pemerintah Kabupaten Wajo menggelar Pendampingan Sistem Informasi Pemerintahan Daerah Republik Indonesia (SIPD-RI) Tahun 2024 Modul Penatausahaan Keuangan.

Kegiatan ini dibuka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Wajo, Ir Armayani, M.Si, di Hotel Ibis Styles, Jalan Dr. Sam Ratulangi, Kota Makassar, Kamis pagi 8 Februari 2024.

Dalam sambutannya, Sekda Kabupaten Wajo, Armayani mengungkapkan bahwa kegiatan ini adalah pendampingan SIPD-RI yang telah diterapkan mulai tahun 2024 ini.

“Kalau sebelumnya itu memang sudah SIPD, namun masih standar. Nah, SIPD-RI 2024 ini ada perubahan sedikit terkait kode-kode akun atau pun nomenklatur yang ada di aplikasi itu. Maka dari itu dilakukanlah pendampingan hari ini, utamanya pada proses penatausahaan keuangan daerah,” jelasnya.

Namun saat ditanya terkait perbedaan antara SIPD dengan SIPD-RI, sembari tersenyum Sekda Wajo mengatakan, terdapat penyesuaian-penyesuaian dari yang sebelumnya.

“Kalau SIPD yang lalu itu belum sepenuhnya bisa melakukan foto copy proses bisnis dari pengelolaan keuangan itu, sampai mulai dari perencanaan penganggaran sampai pelaporan itu,” ujarnya.

Lanjut Sekda Wajo berpangkat Pembina Utama Madya menambahkan, jadi SIPD-RI ini adalah penyempurnaan dari aplikasi yang ada sebelumnya.

“Sejatinya kami baru menggunakan aplikasi SIPD ini pada tahun 2023. Jadi tahun 2024 ini adalah penyempurnaan, dan inilah teman-teman yang hadir di tempat ini adalah para pejabat penatausahaan keuangan, para bendahara pengeluaran dan penerima, karena semua ini masuk dalam proses penatausahaan,” jelasnya.

Selain itu, para peserta kali ini sangat luar biasa, ada 3 (tiga) yaitu pengelola Pendapatan Asli Daerah alias PAD dan Bendahara Penerima/Pengeluaran, beserta Pejabat Penatausahaan Keuangannya atau PPK.

Sedangkan jumlah peserta SIPD-RI ini diikuti sekitar kurang lebih 100 orang, 1 (satu) OPD minimal minimal 2 (dua) orang. Karena pejabat penatausahaan keuangan dalam hal ini kasubag keuangan dengan bendahara penerima, kalau tidak punya pemasukan berarti bendahara pengeluaran.

Tampak para peserta SIPD-RI yang merupakan ASN Pemkab Wajo, sangat antusias dalam mengikuti setiap arahan yang diberikan oleh pemateri yang berasal dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang khusus menangani SIPD-RI.

“Jadi kegiatan ini juga terdapat orang khusus IT yang akan melakukan pendampingan ketika terjadi masalah pada sistem,” ungkapnya.

Lanjut Sekda Wajo Armayani menjelaskan bahwa, kegiatan ini sudah 2 (dua) kali dilakukan, yang pertama itu minggu lalu, yaitu untuk penyusunan laporan keuangan 2023 yang masih SIPD yang akan dikonsolidasikan masuk ke laporan Pemkab Wajo. “Kalau untuk penganggaran kegiatan ini bersumber dari APBD,” imbuhnya.

Dirinya pun mengharapkan sebagai Pemerintah Daerah Kabupaten Wajo, agar aplikasi SIPD-RI tersebut bisa terkoneksi semua, mulai dari perencanaan penganggaran, penatausahaan, sampai pada pelaporan keuangan.

“Jadi nanti kedepannya, pelaporan itu tidak lagi harus dibuat, akan tetapi memang karena diikuti sampai akhir, tinggal mengklik saja lalu terprint laporan itu. Dalam artian sudah terintegrasi semuanya,” katanya.

Sementara itu, Bupati Wajo Amran Mahmud berpesan kepada saya untuk terus mengawal SIPD-RI ini. Karena ini kan tidak lain adalah wujud dari akhir APBD, itu pastinya terdapat opini yang akan dikeluarkan oleh BPK sebagai lembaga eksternal yang diberikan kewenangan dalam melakukan pemeriksaan.

“Mudah-mudahan melalui sistem ini, Wajar Tanpa Pengecualian bisa tetap kita pertahankan,” harapnya.

Di akhir sambutannya, Sekretaris Daerah Kabupaten Wajo, Armayani menyampaikan penting bagi para peserta dari berbagai OPD agar mengelola APBD melalui sistem.(jk)

Editor: Manaf Rachman

Ditulis oleh Hamzah Sinergi

Wartawan resmi mediasinergi.co. Specialist konten berita, pendidikan, kesehatan, dan olahraga

Share :

Baca Juga

Sulsel

Sekda Pimpin Rapat Lintas Sektor, Pemkot Makassar Perkuat Penanganan Kabut Asap

Sulsel

Pendekatan Humanis, Pemkot Makassar Bantu Relokasi Ternak Babi di Panakkukang ke Lokasi Steril

Sulsel

Andi Rosmam Hadiri Hari Santri 2026, Tegaskan Dukungan Pemkab Wajo untuk Pesantren

Sulsel

Gantikan Muhammad Hasbi, Bupati Daeng Manye Lantik Ahmad Rivai Jadi Sekda Takalar

Sulsel

Wali Kota Munafri Sampaikan Aspirasi Pembangunan Makassar ke Komisi VII DPR RI

Sulsel

Mengabdi 22 Tahun, Bupati Takalar Lepas Sekda Muhammad Hasbi Pindah Tugas ke Pemkot Makassar

Sulsel

Munafri: Pendidikan Berkualitas Tak Hanya Soal Infrastruktur, SDM dan Adaptasi Jadi Kunci

PINRANG

Tim Satgas Migas TPID Kabupaten Pinrang bersama unsur Forkopimca Sidak SPBU Massila

Tinggalkan Komentar