Masalah lainnya yang diterima Rezki adalah pemilihan kader KB yang tidak transparan dan mendadak. Dia meminta pertanggungjawaban pemerintah kota terhadap kisruh di tengah warga itu.
“Masa tiba-tiba ada pergantian kader KB tanpa sepengetahuan masyarakat lainnya. Kita tidak mau ada proses pemilihan yang syarat akan kepentingan,” jelasnya.
Terakhir, Anggota Komisi B Bidang Perekomian dan Keuangan itu juga memastikan pengadaan CCTV di sejumlah wilayah. Sebab kriminalitas kini semakin meningkat.
“Setidaknya kalau ada CCTV, kita bisa pantau dan warga merasa nyaman,” tutupnya.(jk)
Editor: Manaf Rachman
















