Kapan Muhammadiyah Puasa?
Muhammadiyah sendiri telah menetapkan secara resmi bahwa 1 Ramadhan 1447 Hijriah jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026. Penetapan ini dilakukan oleh Majelis Tarjih dan Tajdid dengan metode hisab hakiki dan berpedoman pada Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), sebagaimana tertuang dalam Maklumat Nomor 2/MLM/I.0/E/2025.
Dengan prinsip kesatuan matlak global, Muhammadiyah menetapkan awal Ramadhan berlaku serentak di seluruh dunia pada 18 Februari 2026. KHGT sendiri hadir dengan tawaran kepastian berbasis sains dan sistem global terintegrasi.
Namun selama pendekatan lokal dan global masih berjalan berdampingan, perbedaan awal Ramadhan tetap mungkin terjadi. Muhammadiyah memandang fase ini sebagai bagian dari evolusi pemikiran kalender Islam menuju kesatuan umat yang lebih luas.
Awal Puasa Versi Pemerintah
Merujuk Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri Nomor 1497, 2, dan 5 Tahun 2025 tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2026 yang ditandatangani pada 19 September 2025, pemerintah telah menetapkan libur hari raya Idul Fitri 1447 Hijriah atau Idul Fitri 2026 pada 21–22 Maret 2026.
Sehingga berdasarkan SKB tersebut, awal puasa Ramadhan 2026 diperkirakan jatuh pada pertengahan bulan Februari 2026. Kendati demikian, penetapan resmi awal puasa Ramadhan versi pemerintah masih menunggu hasil sidang isbat.
Jika Idul Fitri berlangsung pada 21 Maret 2026, maka awal puasa Ramadhan versi pemerintah kemungkinan jatuh pada 19 Februari 2026, dengan catatan puasa Ramadhan berlangsung selama 30 hari.
Dengan demikian, awal puasa Ramadhan versi pemerintah bakal berbeda dengan Muhammadiyah. Meski sudah ada perkiraan, pemerintah tetap akan menetapkan 1 Ramadhan 1447 H melalui sidang isbat yang dijadwalkan berlangsung pada 29 Syakban 1447 H atau 17 Februari 2026, dengan metode gabungan hisab dan rukyatul hilal.(r)
















