Home / Sulsel

Rabu, 18 Februari 2026 - 18:54 WIB

DPRD Makassar Apresiasi Penataan PKL, Pemkot Siapkan Solusi Representatif

MEDIASINERGI.CO MAKASSAR — Upaya penataan kota Makassar yang tengah digencarkan penataan kota dan lapak liar, mendapat dukungan dari kalangan legislatif.

Salah satunya datang dari Anggota DPRD Kota Makassar, Muchlis A. Misbah, yang mengapresiasi langkah penertiban pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di atas fasilitas umum (fasum), fasilitas sosial (fasos), serta saluran trotoar dan drainase.

Menurutnya, penataan yang dilakukan Pemkot Makassar merupakan langkah tepat dalam mewujudkan wajah kota yang lebih tertib, bersih, dan nyaman bagi seluruh masyarakat.

“Kami dari DPRD Kota Makassar, khususnya Partai Hanura, sangat mendukung penataan PKL di Makassar, dilakukan Pemkot Makassar, di setiap Kecamatan,” ujar Muchlis Misbah, Rabu 18 Februari 2026.

“Kami melihat bahwa PKL yang berjualan di atas trotoar dan drainase menyebabkan masalah, seperti kotoran yang menyumbat saluran air dan membuat kota menjadi tidak indah,” sambung Muchlis.

Sebagai wakil rakyat di lembaga legislatif, ia menilai keberadaan lapak PKL di atas trotoar dan saluran drainase tidak hanya mengganggu estetika kota, tetapi juga berdampak pada fungsi infrastruktur.

Saluran air yang tersumbat akibat sampah dan aktivitas jual beli berpotensi menimbulkan genangan bahkan banjir, terutama saat musim hujan.

Oleh karena itu, Muchlis menegaskan bahwa tujuan utama penataan PKL adalah menciptakan suasana kota yang lebih indah dan nyaman, tanpa mengabaikan hak masyarakat untuk mencari nafkah.

Menurutnya, tujuan penataan PKL adalah menciptakan suasana kota yang lebih indah dan nyaman.

“Kami juga ingin mengingatkan pemerintah kota untuk memberikan solusi kepada pedagang PKL, seperti mencarikan tempat yang lebih baik dan memberikan edukasi tentang pentingnya tidak berjualan di atas trotoar,” imbuhnya.

Munchlis berharap Pemkot Makassar dapat menyiapkan lokasi alternatif yang representatif, aman, dan tidak mengganggu fasilitas umum.

Selain itu, edukasi dan pendampingan kepada para pedagang juga dinilai penting agar penataan yang dilakukan dapat berjalan berkelanjutan.

Dengan dukungan legislatif, penataan kota diharapkan tidak hanya menghadirkan wajah Makassar yang lebih tertib dan estetis, tetapi juga tetap berpihak pada keberlangsungan ekonomi masyarakat kecil.

Lebih lanjut, Muchlis juga menekankan bahwa DPRD tidak dalam posisi melarang aktivitas para pedagang kecil. Sebaliknya, ia mendorong agar penataan dilakukan secara humanis dengan pendekatan solusi.

“Kami DPRD dan pemkot tidak melarang pedagang PKL jualan, tapi penataan, apalagi pemerintah kota sudah menyiapkan tempat yang lebih baik untuk mereka berjualan,” tuturnya.

“Kami mendukung penataan kota yang lebih baik dan kami berharap pemerintah kota dapat menjalankan ini dengan baik,” pungkasnya.(jk)

Editor: Manaf Rachman

Ditulis oleh Hamzah Sinergi

Wartawan resmi mediasinergi.co. Specialist konten berita, pendidikan, kesehatan, dan olahraga

Share :

Baca Juga

Sulsel

HUT ke-419 Kota Makassar, Pemkot Siapkan 50 Agenda Sosial dan Budaya Masyarakat

Sulsel

Dedikasi Penanggulangan Bencana ,Wali Kota Makassar Diapresiasi Mensos RI

PINRANG

Siswa UPT SDN 240 Pinrang Raih Prestasi di Ajang Bazar dan Dakwah Keliling DMI x IDM

Sulsel

Sambut HUT ke-419 Makassar, Aplikasi Launching Sunday Market sebagai Panggung Baru UMKM

SOPPENG

365 Pedagang Terdampak Pasca Kebakaran Pasar Sentral Batu Batu

Sulsel

Pantau Kabut Asap di BMKG, Wali Kota Munafri Siapkan Solusi Konkret

SOPPENG

Bunda PAUD Soppeng Turun Memantau Revitalisasi di Tiga Satuan Pendidikan

Makassar

Kubah Hijau Oase Kehidupan: Bagaimana Masjid Menjawab Krisis Air, Pangan, dan Energi