Titik masalahnya ada pada aturan desil terbaru, sebuah sistem pengelompokan tingkat kesejahteraan keluarga yang digunakan Kementerian Sosial untuk menentukan siapa yang berhak menerima bantuan sosial.
“Desil 1 sampai desil 5 ji yang diganti. Nah, padahal desil 5 itu pas-pasan ya. Jadi mungkin ada orang yang bisa ji’ apa makan pas-pasan gitu, tapi kalau sakit langsung jatuh miskin,” jelasnya.
Dia menegaskan, masalah ini akan dikawal dengan baik sebab merupakan masalah yang banyak disampaikan warga. Dia ingin mereka semua bisa merasakan layanan kesehatan gratis.
“Nah, ini perlu ditinjau lebih lanjut, mungkin diperbaiki lagi kebijakan pemerintah. Kalau dari pemerintah pusat tidak bisa, pemerintah kota mungkin juga bisa mengupayakan untuk bantuan kepada masyarakat yang memang benar-benar membutuhkan,” tutupnya.
Lurah Kassi-Kassi, Adhitya Zulkarnain Masdar mengapresiasi kehadiran Anwar Faruq di wilayahnya untuk mendengarkan langsung aspirasi warga.
Mewakili warga, ia mengaku senang sebab masalah yang ada bisa ditindaklanjuti melalui intervensi anggota DPRD Makassar.
“Terima kasih banyak Pak Dewan atas kehadirannya. Warga di sini senang bisa langsung sampaikan keluhannya, jadi untuk warga jangan sungkan bertanya,” pungkasnya.(jk)
Editor: Manaf Rachman
















