Home / Sulsel

Jumat, 20 Februari 2026 - 19:19 WIB

Satu Tahun MULIA, Perspektif Akademisi Unhas: Dinamika Sosial dan Kemajuan Pembangunan Makassar

MEDIASINERGI.CO MAKASSAR — Satu tahun telah berlalu sejak Munafri Arifuddin dan Aliyah Mustika Ilham memimpin Kota Makassar. Dari angka-angka resmi, pertumbuhan ekonomi kota terlihat positif, pengangguran menurun, dan indeks pembangunan manusia berada di atas rata-rata nasional. Namun, di balik capaian tersebut, ada dinamika sosial yang lebih kompleks.

Dr. Sawedi Muhammad S.Sos, M.Sc, dosen Sosiologi dari Universitas Hasanuddin, menekankan bahwa kota bukan sekadar angka atau statistik.

Makassar adalah ruang hidup masyarakat, di mana interaksi, emosi, dan aspirasi warganya saling bersinggungan. Perspektif sosiologi menyoroti isu-isu yang tidak selalu terlihat di laporan resmi, mulai dari pemerataan pembangunan, tantangan generasi muda, hingga kualitas ruang publik.

“Refleksi ini bukan sekadar evaluasi, tetapi juga ajakan bagi pemimpin dan masyarakat untuk memahami kota secara menyeluruh, sehingga pertumbuhan ekonomi dan inovasi digital tidak hanya menjadi prestasi, tetapi juga menghadirkan kota yang unggul, inklusif, dan berkelanjutan,” kata Sawedi, saat paparan perspektif di Lapangan Karebosi Makassar, Jumat 20 Februari 2026.

Baca Juga:  Ditres PPA dan PPO Polda Sulsel Amankan Tiga Pelaku Kekerasan Seksual Terhadap Anak

Dr. Sawedi Muhammad memaparkan, perspektif sosiologis terkait satu tahun kepemimpinan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, dan Wakil Wali Kota, Aliyah Mustika Ilham.

Menurut Sawedi, biasanya capaian kepemimpinan seorang Wali Kota diukur melalui indikator baku secara universal. Namun, dalam pemaparan ini, ia mengambil perspektif berbeda.

Ia menekankan bahwa angka-angka yang menunjukkan kemajuan ekonomi, pengangguran, atau Indeks Pembangunan Manusia (IPM), meski penting, tidak selalu mencerminkan realitas sosial secara utuh.

Baca Juga:  Pemkot Makassar Naikkan Tunjangan Guru dan Tenaga Kesehatan di Wilayah Kepulauan

Ada fenomena strategis, taktis, dan kritis lain yang perlu dibahas sebagai masukan bagi Wali Kota dan timnya agar Makassar terus berkembang menjadi kota yang disegani tidak hanya di Indonesia Timur, tetapi juga secara nasional.

“Satu tahun ini memberikan gambaran positif, seperti yang disampaikan Deputi Bank Indonesia. Angka pengangguran menurun, IPM termasuk salah satu tertinggi di Indonesia bahkan di atas rata-rata nasional,” jelas Sawedi.

Namun, ia menilai beberapa hal yang sering kurang dibahas secara objektif, salah satunya terkait Gini ratio yang menunjukkan pemerataan pembangunan.

Sawedi menekankan bahwa kota bukan sekadar angka atau agregat, tetapi sebuah ruang hidup (living space), di mana emosi dan interaksi sosial warganya saling berkaitan.

Share :

Baca Juga

Sulsel

Diterima Wali Kota, PGIW Sulselra Apresiasi Komitmen Munafri Jaga Keberagaman di Makassar

Sulsel

Kembangkan Sektor Pariwisata, Bupati Takalar Kunjungi Destinasi Wisata Paria Lau

Sulsel

Hadiri Konferensi PWI Sulsel, Munafri Tekankan Pentingnya UKW dan Etika Jurnalistik

Sulsel

Bupati Wajo: Semangat Pancasila Jadi Landasan Membangun Daerah

Sulsel

Perkuat Kolaborasi untuk Pembangunan, Wali Kota Munafri Hadiri Syukuran HUT Kodam XIV/Hasanuddin

Sulsel

Hari Lahir Pancasila, Munafri-Aliyah Ajak Warga Makassar Hidupkan Nilai Kebangsaan

Sulsel

Dharma Menjaga Perdamaian Dunia, Munafri Serukan Kolaborasi Lintas Agama di Makassar

Makassar

Jelang Konferensi PWI Sulsel, MEDIA SINERGI GROUP Konsolidasi di Makassar