Kehadiran para “singa” jurnalistik masa silam menambah bobot acara ini. Deretan wartawan senior yang pernah mengabdi sejak puluhan tahun lalu tampak berbaur, di antaranya Ronald Ngantung (angkatan 1973-1979), James Wehantouw, Ir. H. Abd. Manaf Rahman, Prof. Dr. Drs. Mas’ud Muhammadiyah, M.Si, Drs. Khairil, Drs. Muh. Supriyadi, Muh. Arafah, SH, MH, M. Rusdy Embas, Darmansyah Muin, SH, Drs. Mahyuddin, Drs. Haluddin, Ny. Nadiyah Manaf, Rahma Saiyed, SS, M.Comn, Aji Taruna, hingga Muh. Rizal Nur, SHI, M.Si.
Setelah membatalkan puasa dengan hidangan khas dan menunaikan salat Magrib berjamaah, kemeriahan mencapai titik puncaknya. Suasana berubah riuh rendah penuh kegembiraan saat prosesi tiup lilin dimulai. Seluruh hadirin kompak menyanyikan lagu “Selamat Ulang Tahun” dari Jamrud, yang menggema di setiap sudut kafe.
Momen haru menyeruak ketika Ardhy M. Basir memotong kue ulang tahun sebagai simbol rasa syukur. Potongan kue tersebut diserahkan secara simbolis kepada tokoh pers senior Ronald Ngantung, perwakilan Pendam XIV Hasanuddin, Direktur Utama PT Pedoman Rakyat Utama James Wehantouw, Pemred Pedomanrakyat.co.id Muh. Arafah, SH, MH, Wapemred Ir. H. Abd. Manaf Rahman, serta Pemimpin Perusahaan M. Rusdy Embas, SE.
Hajatan HUT ke-79 ini ditutup dengan sesi foto bersama dan jabat tangan penuh persaudaraan. Di penghujung malam, para alumni masih tampak asyik berkelompok, tenggelam dalam nostalgia dan berbagi kisah heroik mereka saat mengejar berita di masa lampau, memastikan semangat Pedoman Rakyat tetap hidup melampaui zaman. (Rls)
















