Menengok potensi wilayah, Zainal memaparkan betapa strategisnya Kalimantan Utara yang memiliki luas 75.467,70 km². Sebagai provinsi yang berbatasan darat langsung dengan Malaysia, Kaltara bukan lagi “halaman belakang” Indonesia yang sunyi, melainkan gerbang depan ekonomi Nusantara.
Letak geografis yang unik ini menjadikan Kaltara sebagai titik temu kolaborasi lintas batas yang siap memicu pertumbuhan ekonomi inklusif melalui proyek-proyek strategis nasional maupun regional.
Alumni SMAN 1 Makassar angkatan 1982 ini kemudian merinci “harta karun” investasi yang siap dipanen oleh para saudagar. Mulai dari industri hilirisasi Nanas Krayan yang telah mendunia karena rasa uniknya, potensi ekspor komoditas laut yang melimpah, hingga raksasa industri sarang burung walet.
Tak hanya itu, sektor peternakan modern serta pariwisata lintas negara di Tarakan dan Nunukan menjadi sektor unggulan yang ia tawarkan untuk segera dikembangkan guna mengakselerasi kemandirian ekonomi daerah.
Sebagai penutup, putra daerah Sulawesi Selatan kelahiran 6 Desember 1962 ini melayangkan ajakan hangat namun tegas kepada para saudagar Bugis-Makassar untuk “pulang” membangun bangsa lewat Kaltara. Ia meyakinkan audiens bahwa kawasan perbatasan adalah episentrum baru pertumbuhan Indonesia.
Dengan semangat kolaborasi dan kepemimpinan yang berintegritas, Zainal optimis Kalimantan Utara akan bertransformasi menjadi pusat ekonomi yang kompetitif, tangguh, dan menjadi pilar utama kemajuan ekonomi nasional. (*)

















