Home / Sulsel

Kamis, 26 Maret 2026 - 18:37 WIB

Munafri: PSBM Ruang Kolaborasi Saudagar Investasi dan Perputaran Ekonomi

MEDIASINERGI.CO MAKASSAR — Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) XXVI tahun 2026 kembali menjadi magnet pertemuan tokoh-tokoh strategis dari berbagai penjuru Indonesia.

Di tengah geliat ekonomi nasional yang terus bergerak dinamis, forum tahunan ini tampil bukan sekadar ajang silaturahmi, melainkan ruang konsolidasi gagasan, jejaring, dan investasi yang kian diperhitungkan.

Bertempat di Hotel Claro Makassar, Kamis 26 Maret 2026, suasana perhelatan terasa semarak sejak awal. Para saudagar, pejabat negara, hingga kepala daerah berkumpul dalam satu panggung besar yang mempertemukan kekuatan ekonomi dan kepemimpinan.

Momentum ini sekaligus menegaskan peran strategis Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) dalam mendorong kolaborasi lintas sektor dan wilayah.

Kehadiran Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, bersama Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham, menjadi simbol komitmen pemerintah kota dalam memperkuat konektivitas ekonomi daerah dengan jejaring nasional.

Keduanya tampak kompak menyapa para tokoh dan pelaku usaha, sekaligus memanfaatkan forum ini sebagai peluang strategis untuk memperluas kerja sama, juga penguatan perputaran ekonomi bagi Kota Makassar.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menuturkan pelaksanaan PSBM yang ke-XXVI tahun 2026 memberikan dampak nyata terhadap perputaran ekonomi di Kota Makassar.

Menurutnya, kehadiran Makassar sebagai tuan rumah bukan hanya sebuah kehormatan, tetapi juga momentum yang dinantikan oleh masyarakat karena mampu menggerakkan berbagai sektor ekonomi lokal.

“Makassar menjadi tuan rumah ini memberikan efek perputaran ekonomi, dan ini menjadi sesuatu hal yang ditunggu, karena hunian Hotel dan juga menu kuliner akan diminati pengunjung,” jelasnya.

Baca Juga:  Tingkatkan Kualitas Air, PDAM Makassar Lakukan Pembenahan dan Pemeliharaan Instalasi

Appi menjelaskan, kehadiran para saudagar Bugis Makassar dari berbagai penjuru, baik nasional maupun internasional, menuntut kesiapan kota dalam berbagai aspek, khususnya infrastruktur dan pelayanan (hospitality).

Pemerintah Kota Makassar terus berupaya memastikan kesiapan dan pelayanan agar mampu memberikan kesan positif bagi para tamu sekaligus membuka peluang investasi baru.

Selain itu, Munafri menekankan pentingnya memanfaatkan momentum ini untuk memperlihatkan potensi besar yang dimiliki Kota Makassar.

Ia menyebut, Kota Makassar sebagai hub kawasan Indonesia Timur, Makassar memiliki posisi geografis yang sangat strategis dan mampu memberikan nilai ekonomi yang signifikan.

“Banyak sekali hal-hal yang bisa kita maksimalkan di Kota Makassar ini, apalagi kita merupakan hub dari Indonesia Timur yang bisa memberikan nilai ekonomi dengan letak geografis yang sangat strategis,” ungkapnya.

Salah satu potensi unggulan yang terus didorong adalah sektor pariwisata bahari, khususnya kawasan Kepulauan Spermonde.

Gugusan pulau yang membentang di pesisir Makassar ini dinilai masih sangat potensial untuk dikembangkan dan menarik minat investor, terutama dalam meningkatkan kunjungan wisata laut.

“Makassar memiliki gugusan pulau-pulau Spermonde yang masih bisa dieksplorasi dengan baik untuk menarik investor dalam memaksimalkan potensi wisata, baik wisata laut di pulau-pulau maupun kawasan pantai,” imbuhnya.

Di samping itu, orang nomor satu Kota Makassar itu menegaskan, sektor kuliner dan keberagaman budaya juga menjadi kekuatan tersendiri bagi Makassar.

Tak hanya itu, kota ini dikenal memiliki ragam kuliner khas serta kekayaan budaya yang menjadikannya memiliki daya tarik tinggi dalam setiap penyelenggaraan event berskala nasional maupun internasional.

Baca Juga:  Perkuat Pemberantasan TBC, Munafri Dampingi Wamenkes RI Tinjau Inovasi Hantu Mesra di Makassar

Salah satu strategi yang diusung adalah pengembangan urban farming berbasis teknologi, termasuk pemanfaatan lahan sempit dengan sistem pertanian modern berbasis Internet of Things (IoT).

“Kita tidak punya lahan pertanian yang besar, tapi kita mengharapkan ketahanan pangan bisa dibangun melalui sistem yang lebih baik, salah satunya dengan memanfaatkan lahan sempit melalui urban farming berbasis IoT,” bebernya.

Ia menambahkan, ke depan Pemerintah Kota Makassar akan mengembangkan sistem pertanian modern yang terintegrasi, termasuk penggunaan greenhouse sebagai bagian dari ekosistem pertanian perkotaan.

Menurutnya, konsep ini telah terbukti berhasil di berbagai negara, salah satunya Belanda, yang meskipun memiliki keterbatasan lahan, mampu menjadi salah satu pemasok utama produk pertanian di Eropa.

“Kalau kita lihat di Belanda, dengan lahan yang terbatas mereka bisa menjadi supplier besar di Eropa. Ini harus menjadi contoh bagi kita bahwa pertanian lahan sempit dengan greenhouse dan berbasis IoT bisa menjadi solusi pertanian modern di kota,” kata Appi.

Melalui pertemuan ini, PSBM XXVI tidak hanya menghadirkan nostalgia dan kebersamaan, tetapi juga menegaskan perannya sebagai katalisator pertumbuhan ekonomi berbasis jejaring.

Dari Makassar, semangat kolaborasi itu kembali digaungkan, menghubungkan potensi daerah, memperkuat investasi, dan membuka jalan bagi kemajuan ekonomi Indonesia yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Diskusi berlangsung dinamis, memotret peluang sekaligus tantangan ekonomi di tengah situasi global yang terus bergerak.

Share :

Baca Juga

Sulsel

Wali Kota Munafri: MHM 2026 Dongkrak Ekonomi Kota, Hotel hingga UMKM

Makassar

Konferensi PWI Sulsel Forum Konsolidasi Organisasi

PWI

Amrullah Nomor 1, Suwardi Thahir Nomor 2

Sulsel

BSI KCP Sengkang Sudirman Hadirkan Layanan Terbatas dan Weekend Banking: Solusi Mudah Transaksi di Hari Libur

Sulsel

Perkuat Konsolidasi Internal, Golkar Makassar Kukuhkan Kader Muda dan Gelar Kurban

Sulsel

BRI Cabang Sengkang Tebar Kepedulian Melalui Qurban Idul Adha 1447 H

Sulsel

Wali Kota Munafri Kenalkan Fitur Makassar Move Lontara

Sulsel

Wali Kota Munafri Ikut Finish Bersama Ribuan Runners 10K MHM 2026