Lebih lanjut, Munafri juga menekankan pentingnya penguatan infrastruktur untuk mendukung pertumbuhan kota, termasuk kebutuhan pembangunan jalan tol serta sistem pertanian terintegrasi yang lebih modern.
Appi menegaskan bahwa berbagai potensi dan tantangan tersebut membutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak.
Oleh karena itu, momentum PSBM diharapkan mampu menjadi ruang strategis untuk membangun kerja sama lintas sektor demi mendorong kemajuan Kota Makassar ke depan.
“Tentu banyak sekali hal-hal yang harus kita kerjasamakan di Kota Makassar ini,” tutupnya.
Sedangkan, Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, menegaskan Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) bukan sekadar ajang silaturahmi, melainkan momentum strategis untuk memperkuat jejaring ekonomi dan kolaborasi antar saudagar.
Dalam suasana penuh kehangatan dan semangat kebersamaan, forum ini kembali mempertemukan para saudagar, tokoh nasional, serta pemangku kepentingan dari berbagai daerah.
Menurut Aliyah, kehadirannya dalam forum tersebut menjadi kebahagiaan tersendiri, sekaligus bentuk dukungan Pemerintah Kota Makassar terhadap upaya memperkuat konektivitas ekonomi berbasis jejaring.
“Ini bukan sekadar ajang silaturahmi, tetapi juga momentum strategis untuk memperkuat jaringan ekonomi dan kolaborasi antar saudagar,” ujarnya.
Ia menambahkan, tema yang diangkat dalam PSBM XXVI, yakni “Saudagar Tangguh, Ekonomi Tumbuh”, mencerminkan semangat kolektif dalam mendorong kebangkitan ekonomi nasional.
Menurutnya, peran saudagar Bugis Makassar yang tersebar di berbagai wilayah, baik dalam negeri maupun luar negeri, merupakan kekuatan besar yang perlu terus dirawat dan dioptimalkan.
“Tema ini mencerminkan semangat kita bersama dalam mendorong kebangkitan ekonomi, untuk bangsa Indonesia,” ujarnya.
Aliyah juga menilai, PSBM memiliki posisi strategis sebagai ruang konsolidasi gagasan dan kerja sama lintas sektor yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi daerah maupun nasional.
Melalui forum ini, diharapkan terbangun sinergi yang semakin kuat antara pemerintah, pelaku usaha, dan berbagai elemen masyarakat dalam menciptakan peluang investasi, memperluas pasar, serta meningkatkan daya saing ekonomi.
Pemerintah Kota Makassar akan terus mendorong iklim investasi yang kondusif, serta membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya bagi para pelaku usaha untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah.
“Kolaborasi menjadi kunci utama dalam menghadapi tantangan ekonomi ke depan. Dengan jejaring yang kuat, kita optimistis mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” tutupnya.
Diketahui, hajatan PSBM dibuka secara resmi oleh Andi Amran Sulaiman yang juga menjabat Ketua Umum BPP KKSS.
Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya memperkuat jejaring ekonomi berbasis diaspora Bugis Makassar sebagai kekuatan besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
PSBM, menurutnya, bukan hanya tradisi tahunan, tetapi instrumen nyata dalam membangun sinergi usaha, investasi, dan pemberdayaan ekonomi umat.
Ia tak hanya bicara soal jaringan saudagar, tetapi juga meluncurkan operasional Sekolah Unggulan KKSS, sebuah investasi jangka panjang yang menandai bahwa ekonomi dan pendidikan.
Adapun deretan tokoh nasional dan lokal turut memberikan warna tersendiri dalam forum ini. Inisiator Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM), Aksa Mahmud.
Mengingatkan kembali akar sejarah PSBM sebagai wadah saudagar Bugis Makassar dalam membangun jejaring bisnis yang kuat dan berkelanjutan.
Selain itu, hadir di antaranya Tamsil Linrung, Nasaruddin Umar, serta Veronica Tan. Kehadiran mereka, bahwa PSBM telah berkembang menjadi forum lintas sektor yang menyatukan perspektif ekonomi, sosial, hingga keagamaan dalam satu ruang dialog.
Sementara itu, sejumlah politisi asal Sulawesi Selatan seperti Meity Rahmatia, Andi Iwan Aras, dan Syamsu Rizal turut meramaikan diskusi dan interaksi dalam forum.
Tidak hanya itu, kehadiran para Gubernur dari berbagai provinsi semakin mempertegas posisi PSBM sebagai forum strategis berskala nasional.
Di antaranya Andi Sumangerukka, Sherly Tjoanda Laos, Yulius Selvanus Komaling, Apolo Safanpo, hingga Zainal Arifin Paliwang. Dari Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud yang juga Ketua APPSI, turut hadir membawa semangat kolaborasi antar provinsi.(jk)
Editor: Manaf Rachman
















