Lebih lanjut, ia menekankan suasana toleransi yang terjaga akan berdampak langsung terhadap iklim investasi di daerah. Di era keterbukaan informasi saat ini, citra kota yang damai dan inklusif menjadi faktor penting dalam menarik minat investor.
“Kadang-kadang banyak sekali hal-hal yang sebenarnya dianggap kecil, tapi tanpa disadari mampu memberikan pengaruh yang besar terhadap iklim investasi di Kota Makassar,” bebernya.
Pada kesempatan itu, Appi juga mengungkapkan rencana Pemerintah Kota Makassar untuk menghadirkan sejumlah “Kampung Toleransi” percontohan sebagai simbol nyata kehidupan harmonis antar umat beragama.
Program tersebut merupakan kolaborasi bersama FKUB Kota Makassar, dengan menghadirkan wilayah yang merepresentasikan hadirnya berbagai rumah ibadah dalam satu kawasan.
Munafri berharap, kegiatan keagamaan umat Hindu ini menjadi momentum penting dalam mempererat silaturahmi antarumat beragama sekaligus memperkuat komitmen bersama menjaga kerukunan dan toleransi di Kota Makassar.
Sementara itu, Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Makassar, Dewa Nyoman Mahendrajaya, menjelaskan perayaan Tahun Baru Saka memiliki kekhasan tersendiri dibanding perayaan tahun baru lainnya.
“Umat Hindu merayakan Tahun Baru Saka dengan rangkaian spiritual, salah satunya melalui Catur Brata Penyepian, yang menekankan refleksi diri dan penyucian,” ungkapnya.
Di hadapan Munafri, ia juga menegaskan komitmen umat Hindu untuk terus berkontribusi dalam mendukung pembangunan kota.
“Jika dibutuhkan, umat Hindu siap berada di garda terdepan untuk mendukung kesejahteraan masyarakat di Kota Makassar,” tutupnya.(jk)
Editor: Manaf Rachman
















