MEDIASINERGI.CO MAKASSAR — Anggota DPRD Kota Makassar, Muchlis Misbah, menyatakan dukungannya terhadap langkah Pemerintah Kota Makassar dalam membenahi sistem pengelolaan sampah melalui pembangunan Pengolah Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) atau Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa).
Menurut politisi Partai Hanura tersebut, penetapan kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tamangapa, Antang sebagai lokasi pengembangan PSEL dinilai tepat dan telah memenuhi berbagai aspek kesiapan, baik dari sisi teknis maupun kebutuhan masyarakat.
“Kalau saya ditanya mana lebih bagus, di Antang atau di tempat lain, saya jawab lebih bagus di Antang. Ada dua faktor yang sangat mendasar,” ujar Muchlis Misbah, Kamis 2 April 2026.
Ia menjelaskan, pengalamannya saat masih berada di Komisi C DPRD Makassar menjadi salah satu dasar pandangannya. Tiga tahun lalu, ia bersama rombongan melakukan kunjungan kerja ke fasilitas Pengolah Sampah menjadi Energi Listrik di Surabaya, Jawa Timur.
“Di sana itu jauh lebih bagus. Memang TPA-nya tidak berbau karena sudah dikelola dengan baik dan modern,” ungkapnya.
Muchlis menilai, kehadiran PSEL justru akan menjawab kekhawatiran sebagian masyarakat, khususnya terkait persoalan bau yang selama ini menjadi keluhan utama di sekitar TPA.
“Setelah saya menyimak baik-baik, yang menolak itu alasannya bau. Dengan kehadiran PSEL, maka bau itu akan hilang dengan sendirinya karena sudah dikelola secara modern,” tegasnya.
Ia juga mengajak seluruh pihak untuk melihat persoalan ini secara objektif dan mengedepankan kepentingan masyarakat luas, bukan kepentingan tertentu.
“Saya mengajak semua pihak untuk jeli melihat dan membuka hati nurani. Ini menyangkut kepentingan masyarakat, tidak ada kepentingan bisnis di dalamnya,” katanya.
Selain itu, Muchlis menyoroti aspek keadilan bagi masyarakat di wilayah Manggala yang selama puluhan tahun menanggung dampak keberadaan TPA.
Menurutnya, pembangunan PSEL justru bisa menjadi peluang ekonomi baru bagi warga sekitar.
“Selama ini masyarakat Manggala yang merasakan dampaknya. Kalau jadi PSEL, tentu membutuhkan tenaga kerja dan bisa membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar,” pungkasnya.
















