Ia menekankan pentingnya konsistensi antara komitmen dan praktik di lapangan.
“Kita bicara digitalisasi, kita bicara pembayaran sistem digital, tapi di kantong kita cash-nya masih banyak. Yang paling penting hari ini adalah bagaimana ‘walk the talk’,” tegasnya.
Munafri meminta pegawai SKPD mulai mengubah pola pikir dan kebiasaan sebagai kunci utama keberhasilan transformasi digital.
Tak lupa, ia mendorong agar digitalisasi dimulai dari internal pemerintah, sebelum diperluas ke masyarakat.
“Saya ingin memastikan bahwa digitalisasi ini tidak lagi menjadi barang asing, dimulai dari lingkup internal kita. Nanti ke depan harus terbalik, masyarakat yang bertanya kok di sini tidak ada QRIS-nya?,” pungkasnya.
Wali Kota yang akrab di sapa Appi ini juga menambahkan, digitalisasi memiliki peran penting dalam meningkatkan transparansi, akuntabilitas, serta efisiensi pengelolaan keuangan daerah.
Oleh karena itu, Appi meminta seluruh SKPD menjadikan program ini sebagai prioritas dengan target capaian yang terukur dalam upaya peningkatan PAD Kota Makassar.
Appi mendorong seluruh jajaran SKPD untuk meningkatkan kecepatan dan daya saing. Sebab meskipun TP2DD Kota Makassar menduduki peringkat pertama di Sulawesi Selatan, skor output dan outcomenya masih lebih rendah dari dua kota lainnya.(jk)
Editor: Manaf Rachman
















