Dia juga mengapresiasi peran pengelola yang selama ini telah menjalankan fungsi pengaturan lapak dan aktivitas pedagang.
“Alhamdulillah, pelaku usaha sudah mulai tertib. Pengelolaan memang sudah dilimpahkan ke pihak pengelola, tetapi kecamatan tetap bertanggung jawab untuk mengawasi dan mendampingi,” tuturnya.
“Kami juga akan terus melakukan perbaikan ke depan. Insyaallah setelah ini kami akan menggelar rapat dengan pengelola untuk membahas hal-hal yang masih perlu ditata dengan lebih baik,” lanjutanya.
Selain itu, ia mengungkapkan pemerintah kecamatan juga membuka ruang bagi pelaku UMKM dan pedagang kaki lima (PKL) yang sebelumnya terdampak penertiban di sejumlah titik untuk bisa berjualan di kawasan CFD Boulevard.
Dia juga memastikan sejumlah pedagang yang sebelumnya berjualan di kawasan Pantai Losari telah difasilitasi untuk bergabung di CFD Boulevard.
Pemerintah kecamatan bahkan telah menyiapkan lapak lengkap dengan nomor untuk mereka.
“Kami sudah memberikan imbauan kepada para UMKM yang sebelumnya terdampak penertiban agar bisa masuk dan berjualan di sini,” terangnya.
Tak hanya menjadi pusat aktivitas ekonomi, kawasan CFD Boulevard juga dimanfaatkan sebagai ruang pelayanan publik.
Salah satunya melalui layanan kesehatan gratis yang disediakan oleh puskesmas di wilayah Kecamatan Panakkukang.
Pihak Kecamatan, juga menghadirkan layanan kesehatan, termasuk mobil layanan cek kesehatan gratis. Ini bagian dari edukasi kesehatan sekaligus pelayanan bagi masyarakat yang beraktivitas di CFD.
“Pelaksanaannya dilakukan secara bergilir oleh lima puskesmas yang ada di Panakkukang. Tadi dilaksanakan oleh Puskesmas Tamamaung,” katanya.
Selain memastikan geliat UMKM berjalan optimal, pihak Kecamatan Panakkukang akan bersama PD Parkir dan Dishub melakukan evaluasi terhadap sejumlah titik yang masih memerlukan penataan, terutama terkait pelanggaran parkir kendaraan yang belum tertib.
Langkah ini dilakukan agar kenyamanan pengunjung tetap terjaga, sekaligus mendukung keberlangsungan aktivitas ekonomi yang semakin berkembang di kawasan CFD.
Ia menegaskan, penataan kawasan tetap menjadi perhatian utama agar aktivitas yang berlangsung semakin tertib dan nyaman.
“Ada beberapa hal yang perlu kami benahi, terutama terkait keberadaan mobil yang mulai masuk dalam dua minggu terakhir ini, itu jadi bagian dari fokus penataan kami,” tutupnya.(jk)
Editor: Manaf Rachman
















