Home / PINRANG / Sulsel

Rabu, 15 April 2026 - 14:56 WIB

1300 Hektar lahan Pertanian Di Pinrang Terdampak Serangan Hama Tikus Dan Penggerek Batang

Bupati Pinrang H. A. Irwan Hamid, S.Sos didampingi Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Pinrang, A. Sinapati Rudi meninjau langsung kondisi lahan pertanian di Kelurahan Sipatokkong, Kecamatan Watang Sawitto.

Bupati Pinrang H. A. Irwan Hamid, S.Sos didampingi Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Pinrang, A. Sinapati Rudi meninjau langsung kondisi lahan pertanian di Kelurahan Sipatokkong, Kecamatan Watang Sawitto.

MEDIASINERGI.CO

PINRANG – Pemerintah Kabupaten Pinrang melalui Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura mengungkapkan bahwa pada musim tanam kali ini, sekitar 1300 hektar lahan pertanian masyarakat di beberapa kecamatan yang terbagi dalam beberapa spot area terdampak serangan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) berupa hama tikus dan penggerek batang (kresek) yang berimbas pada penurunan kuantitas produksi petani.

Data ini merupakan hasil pengamatan dari Instalasi Pengamatan, Peramalan, dan Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (IP3OPT) Provinsi Sulawesi Selatan yang melakukan pengamatan dan pengumpulan data beberapa waktu lalu.

Baca Juga:  Lurah Siwa Pimpin Masyarakat Bawa Parang Panjang Kelapangan A Manginda

Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Pinrang, A. Sinapati Rudi saat mendampingi Bupati Pinrang H. A. Irwan Hamid, S.Sos meninjau langsung kondisi lahan pertanian di Kelurahan Sipatokkong, Kecamatan Watang Sawitto, Rabu (15/4).

Dalam keterangannya, Sinapati Rudi menjelaskan bahwa salah satu penyebab terjadinya serangan hama adalah pergeseran jadwal tanam yang tidak sesuai dengan kesepakatan awal.

Baca Juga:  Program Inovasi, Kajari Soppeng Luncurkan Program AMAN

Selain itu, pengendalian hama yang seharusnya dilakukan pada fase kritis juga mengalami keterlambatan karena bertepatan dengan bulan Ramadan, dimana sebagian petani masih fokus menjalankan ibadah sehingga menunda penyemprotan.

Lebih lanjut kadis menagatakan, penurunan kuantitas hasil produksi tidak terjadi secara merata pada areal persawahan masyarakat karena ada beberapa kecamatan yang mendapatkan kuantitas hasil produksi pertanian yang sama pada musim tanam lalu.

Share :

Baca Juga

Makassar

Misi Kemanusiaan: Gubernur Kaltara Pastikan Korban Penyekapan Dapatkan Keadilan

Sulsel

Pemkot Makassar Perkuat Dukungan MIWF 2026, Wujudkan Kolaborasi Global dan Ekosistem Sastra Inklusif

Sulsel

Aduan Warga Makin Praktis, LONTARA+ Makassar Hadir di Website

Sulsel

Bupati Takalar Tinjau Warga Terdampak Bencana Alam di Galesong Selatan

Sulsel

178 Lapak PKL di Mariso Kuasai Fasum Selama 53 Tahun, Kini Dibongkar Mandiri

Sulsel

Wabup Takalar Ikuti Upacara Penetapan Komcad ASN di Lapangan Karebosi Makassar

Sulsel

Atasi Geng Motor, Wali Kota Munafri Instruksikan Pos Kamling Kembali Aktif

Sulsel

Pemkot Makassar Sambut Baik Rekomendasi DPRD, Fokus Kinerja dan Pelayanan