Home / Sulsel

Selasa, 21 April 2026 - 14:16 WIB

PD Terminal Makassar Hadirkan Wajah Baru Terminal, Lebih Estetika, Tertib, dan Produktif

“Alhamdulillah, di tahun 2026 ini sudah ada perubahan. Jalan yang sebelumnya berlubang kini sudah diperbaiki. Mudah-mudahan setelah hujan tidak ada lagi genangan, dan akses di dalam terminal menjadi lebih nyaman,” ujarnya.

Selain pembenahan infrastruktur, Pemkot Makassar juga mendorong kolaborasi lintas instansi dalam mengoptimalkan pemanfaatan kawasan terminal.

Salah satunya melalui sinergi dengan Perumda Pasar Makassar terkait rencana relokasi aktivitas pasar bongkar muat dari kawasan Pasar Kalimbu di Jalan Veteran Utara.

Menurut Elber, langkah tersebut merupakan tindak lanjut arahan Wali Kota Makassar untuk menertibkan aktivitas pedagang yang selama ini menempati badan jalan.

Terminal Mallengkeri dinilai memiliki kapasitas dan infrastruktur yang memadai untuk menjadi lokasi alternatif.

“Terminal tetap berfungsi sebagaimana mestinya, namun di saat yang sama kita juga menghadirkan solusi bagi pedagang,” katanya.

“Kita berkolaborasi, di mana aktivitas pasar tetap berjalan dan retribusi tetap dikelola oleh Perumda Pasar. Kami di terminal hanya menyiapkan lahan,” lanjutnya.

Dia menambahkan, konsep yang diterapkan adalah pasar bongkar muat dengan sistem partai, di mana pedagang berjualan langsung dari kendaraan.

Aktivitas ini direncanakan berlangsung pada malam hari, sehingga tidak mengganggu operasional terminal yang lebih aktif pada pagi hingga siang hari.

Berdasarkan data sementara, jumlah pedagang yang berpotensi direlokasi mencapai sekitar 100 unit kendaraan.
Para pedagang pun disebut telah menyatakan kesiapan untuk menempati lokasi baru, terutama setelah infrastruktur terminal diperbaiki.

“Sekarang sudah tidak ada lagi alasan soal kondisi jalan, infrastruktur sudah kita benahi. Tinggal bagaimana kita berkolaborasi dengan pihak kecamatan, Tripika, serta instansi terkait untuk penertiban dan pengaturan,” ungkapnya.

Baca Juga:  Pemkab Wajo Sosialisasi Pembentukan Yayasan Pembina Kemaslahatan Ummat

Dalam mendukung pengembangan kawasan, Perumda Terminal Makassar Metro juga membuka peluang kerja sama dengan pihak swasta di sektor transportasi.

“Termasuk rencana penyediaan pool layanan angkutan berbasis aplikasi di dalam terminal guna meningkatkan aktivitas dan daya tarik kawasan,” terangnya.

Selanjutnya, salah satu fokus utama diarahkan pada pengembangan Terminal Toddopuli menjadi ruang publik yang lebih fungsional dan bernilai bagi masyarakat.

Elber Maqbul, mengungkapkan, penataan Terminal Toddopuli akan disesuaikan dengan rencana tata ruang serta arahan Wali Kota Makassar.

Konsep yang disiapkan yakni pengembangan kawasan menjadi Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang dilengkapi berbagai fasilitas publik, seperti jogging track, area parkir, hingga zona usaha berbasis tenan yang tertata rapi.

“Rencana terminal Toddopuli ini rencananya akan kita arahkan menjadi Ruang Terbuka Hijau,” bebernya.

“Fungsinya tidak hanya untuk estetika, tetapi juga bisa dimanfaatkan sebagai area olahraga, jogging track, parkir, dan ruang usaha yang tertata,” sambung Elber.

Dia menambahkan, konsep penataan yang diusung akan mengedepankan kenyamanan dan keteraturan, dengan menghadirkan kawasan yang representatif dan terintegrasi.

Desain awal pengembangan kawasan pun telah disiapkan dan saat ini tinggal menunggu arahan lanjutan dari Wali Kota Makassar untuk tahap implementasi.

“Gambar dan konsep sudah ada, kami tinggal menunggu instruksi lebih lanjut untuk pelaksanaan. Ini bagian dari program besar pembenahan terminal,” jelasnya.

Baca Juga:  Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Pinrang Dalam Rangka Penandatanganan Nota Kesepakatan RPJMD

Dari sisi luasan, kawasan Terminal Toddopuli memiliki area sekitar 9.600 meter persegi atau hampir satu hektare.

Namun demikian, terdapat potensi pengembangan hingga mencapai kurang lebih 1,6 hektare melalui kolaborasi dengan Perumnas yang memiliki lahan tambahan di sekitar lokasi.

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperluas cakupan Ruang Terbuka Hijau sekaligus meningkatkan kualitas fasilitas publik yang tersedia bagi masyarakat.

“Kalau lahan dari Perumnas bisa kita kolaborasikan, maka kawasan ini akan semakin luas dan optimal untuk pelayanan masyarakat, khususnya untuk aktivitas olahraga dan ruang terbuka,” tegasnya.

Penataan Terminal Toddopuli sendiri telah mulai diancang sejak Oktober 2025, seiring dengan instruksi Wali Kota Makassar untuk melakukan revitalisasi kawasan.

Sebagai bagian dari persiapan, pengelolaan kios yang sebelumnya kurang tertata juga telah disesuaikan guna mendukung proses penataan ke depan.

Lebih lanjut, Elber menyampaikan tahun 2026 menjadi momentum pembenahan menyeluruh untuk seluruh terminal yang dikelola Perumda Terminal Makassar Metro.

“Tahun 2026 ini kita fokus pembenahan infrastruktur di tiga terminal. Harapannya, di 2027 nanti tingkat pembenahan sudah tidak sebesar tahun ini,” katanya.

Terkait skema pembiayaan, Pemkot Makassar membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pihak ketiga, dalam mendukung realisasi program penataan.

“Opsi pendanaan juga dapat dilakukan melalui dukungan pemerintah yang kemudian dioptimalkan kembali oleh pengelola terminal,” tutupnya.(jk)

Editor: Manaf Rachman

Share :

Baca Juga

Sulsel

Stop Pungutan, Munafri Ancam Copot Kepsek yang Nekat Gelar Perpisahan Berbayar

Sulsel

Bupati Andi Rosman bertemu dengan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di Kantor Kementerian Pertanian Jakarta

ENREKANG

PWI Pusat Jalin Sinergi dengan Pemkab Enrekang

Sulsel

Walikota Parepare “Curhat” ke PWI Sulsel

Sulsel

Bupati Wajo Hadiri Rakornas Kementan, Siap Antisipasi Kekeringan Ekstrem 2026

ENREKANG

Wabup Enrekang Siap Dikritik Terkait Pelayanan Publik

Sulsel

May Day 2026, Wali Kota Munafri Fasilitasi Buruh Duduk Bersama di Lapangan Karebosi

Sulsel

Lampu Hijau Stadion Untia Kian Nyata, Wali Kota Munafri: Penimbunan Segera Dimulai