Home / Sulsel

Selasa, 21 April 2026 - 17:49 WIB

Tak Mau Pasar Sentral Sepi, Munafri Tiru Konsep Blok M untuk Hidupkan Ekonomi Makassar

Terinspirasi dari keberhasilan tersebut, Pemerintah Kota Makassar mulai mematangkan konsep serupa untuk diterapkan di Pasar Sentral. Kedepan, penataan tidak hanya difokuskan pada aspek fisik.

Tetapi juga mencakup integrasi transportasi, penguatan identitas kawasan, penyediaan ruang publik, hingga pengembangan aktivitas ekonomi kreatif yang mampu menarik berbagai segmen masyarakat.

Dengan pendekatan ini, Pasar Sentral diharapkan tidak lagi sekadar menjadi tempat transaksi jual beli, tetapi bertransformasi menjadi pusat ekonomi, budaya, dan gaya hidup baru, ruang yang hidup, inklusif, dan mampu mengembalikan kejayaan kawasan sebagai jantung kota Makassar.

Dalam kunjungan tersebut, Wali Kota Makassar turut didampingi sejumlah pimpinan perangkat daerah terkait guna memastikan adanya kesamaan visi dan pemahaman dalam proses perencanaan ke depan.

Ia berharap, melalui kunjungan ini, seluruh jajaran dapat memperoleh perspektif baru dalam merancang konsep revitalisasi kawasan yang lebih terintegrasi, inovatif, dan berkelanjutan.

Munafri juga menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diberikan selama kunjungan tersebut, serta membuka peluang kolaborasi berkelanjutan dengan berbagai pihak dalam mendukung pengembangan kawasan di Makassar.

“Kunjungan ini, menjadikan pengalaman bagaimana pasar Sentral menjadi kawasan terpadu yang menggabungkan aktivitas ekonomi, ruang publik, serta interaksi sosial dalam satu ekosistem perkotaan,” kata politisi Golkar itu.

Baca Juga:  PPKM Level 3, Camat Sinjai Utara Harapkan Masyarakat Mengambil Peran Cegah Covid 19

Dalam kunjungan tersebut, Wali Kota Makassar turut didampingi Ketua TP PKK Makassar Melinda Aksa, serta sejumlah kepala perangkat daerah, di antaranya Dinas Komunikasi dan Informatika, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Perdagangan, dan jajaran Direktur PD Pasar Makassar Raya.

“Kami mengajak seluruh dinas terkait untuk melihat langsung, agar nantinya memiliki gagasan yang selaras dalam menjalankan proses ini,” bebernya.

“Yang terpenting, kawasan yang akan kita aktivasi ke depan bisa menghadirkan kehidupan baru, seperti yang kita lihat di Blok M,” tutupnya.

Sedangkan, Kepala Divisi Property Management MRT Jakarta, Iqbal Bimo Arifianto, menjelaskan konsep pengembangan kawasan di Blok M.

Menurutnya, PT MRT Jakarta terus memperkuat peran strategisnya tidak hanya sebagai operator transportasi publik, tetapi juga sebagai penggerak pengembangan kawasan berbasis integrasi.

Iqbal mengungkapkan, sejak awal beroperasi pada 2018, MRT Jakarta telah memiliki tiga mandat utama, yakni pembangunan infrastruktur, pengoperasian layanan transportasi, serta pengembangan kawasan bisnis di sekitar stasiun.

“Kami tidak hanya membangun dan mengoperasikan transportasi, tetapi juga mengembangkan kawasan di sekitar stasiun agar terintegrasi secara menyeluruh,” ujarnya.

Menurutnya, pengembangan kawasan tersebut merupakan bagian dari kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebagai pemegang saham, yang mendorong optimalisasi ruang-ruang di sekitar stasiun menjadi pusat aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat.

Baca Juga:  Gelar Sosialisasi Perda Nomor 5 Tahun 2018, Rezki: Jangan Lagi Ada Eksploitasi Anak

Salah satu contoh konkret adalah kawasan Blok M yang kini terintegrasi dengan terminal dan berbagai fasilitas publik.

Iqbal menjelaskan, terdapat delapan prinsip utama dalam penerapan konsep di antaranya peningkatan konektivitas pejalan kaki, pengembangan kawasan dengan kepadatan tinggi, peningkatan mobilitas dan akses transportasi, serta penyediaan fasilitas sosial yang mendukung kualitas hidup masyarakat.

Selain itu, aspek keberlanjutan lingkungan juga menjadi perhatian utama dalam setiap perencanaan kawasan.

“Konsep ini tidak hanya soal transportasi, tetapi bagaimana menciptakan kawasan yang hidup, nyaman, dan berkelanjutan bagi masyarakat,” ungkapnya.

Saat ini, layanan MRT Jakarta telah beroperasi dari kawasan Bundaran HI hingga Lebak Bulus. Ke depan, pengembangan akan dilanjutkan hingga kawasan Kota Tua, yang ditargetkan mulai beroperasi secara bertahap pada periode 2027 hingga 2029.

Pengembangan tersebut diharapkan dapat semakin memperkuat konektivitas antarkawasan di Jakarta sekaligus membuka peluang ekonomi baru di sekitar jalur MRT.

Lebih lanjut, Iqbal menambahkan MRT Jakarta juga memiliki mandat untuk mengembangkan kawasan tematik di sejumlah titik strategis.

“Ke depan, kami juga memastikan kawasan di sekitarnya berkembang sebagai pusat aktivitas yang produktif dan terintegrasi,” tutupnya.(jk)

Editor: Manaf Rachman

Share :

Baca Juga

Sulsel

Wali Kota Munafri Konsultasi ke Pusat, PSEL Antang Masuk Tahap Lanjutan

Sulsel

Pemkab Takalar Berduka, Kadis Pertanian Jamaluddin Hasan Meninggal Dunia

Sulsel

PD Terminal Makassar Hadirkan Wajah Baru Terminal, Lebih Estetika, Tertib, dan Produktif

Sulsel

Stop Pungutan, Munafri Ancam Copot Kepsek yang Nekat Gelar Perpisahan Berbayar

Sulsel

Bupati Andi Rosman bertemu dengan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di Kantor Kementerian Pertanian Jakarta

ENREKANG

PWI Pusat Jalin Sinergi dengan Pemkab Enrekang

Sulsel

Komisi D DPRD Dorong Pemkot Makassar Segera Susun Perda Larangan LGBT

Sulsel

Walikota Parepare “Curhat” ke PWI Sulsel