Selain itu, ia berharap pengelola mall dapat memberikan ruang bagi pelaku UMKM lokal agar bisa berkembang dan naik kelas dengan hadir di pusat perbelanjaan modern.
Lanjut dia, minimal harus ada ruang bagi UMKM kita, agar mereka bisa ikut berkembang dan menjadi bagian dari ekosistem ekonomi di mall ini.
Dalam kesempatan tersebut, Appi juga mengulas sejarah Mal Ratu Indah sebagai salah satu pusat perbelanjaan pertama dan ikon Kota Makassar pada masanya.
Dia menilai pengembangan kawasan ini menjadi langkah strategis untuk menghidupkan kembali kawasan tersebut sekaligus menciptakan destinasi baru di kota.
“Dengan lokasi yang strategis dan luas kawasan sekitar 3 hektare, ini akan menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di Makassar,” jelasnya.
Ia turut menyampaikan apresiasi kepada Kalla Group sebagai pihak yang terus berkontribusi dalam investasi di Kota Makassar.
Lebih lanjut, Appi memaparkan capaian realisasi investasi Kota Makassar sepanjang tahun 2025 yang mencapai Rp5,29 triliun.
Nilai tersebut terdiri dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp4,15 triliun atau 78,57 persen, serta Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp1,13 triliun atau 21,43 persen.
Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun 2024 yang sebesar Rp3,82 triliun, atau tumbuh sekitar 38,48 persen.
“Sektor yang paling dominan meliputi perumahan, kawasan industri, dan perkantoran, disusul perdagangan dan reparasi, serta transportasi dan telekomunikasi,” tuturnya.
“Ini menunjukkan bahwa pengembangan kawasan mixed-use seperti Mal Ratu Indah sangat relevan dengan tren investasi di Makassar,” sambung Munafri.
Wali Kota juga menegaskan, investasi yang masuk telah memberikan dampak nyata terhadap penyerapan tenaga kerja, dengan puluhan ribu tenaga kerja terserap sepanjang tahun 2025.
Appi menambahkan, pengembangan kawasan mixed-use ini merupakan bagian dari visi besar Pemerintah Kota Makassar, yakni Makassar MULIA (Unggul, Inklusif, Aman, dan Berkelanjutan).
“Proyek ini bukan hanya menghadirkan ruang ekonomi baru, tetapi juga menjadi simbol modernisasi kota yang inklusif dan berkelanjutan,” ujarnya.
“Kita berharap pembangunan kawasan ini, memperhatikan aspek lingkungan, sosial, serta tata ruang kota agar dapat menjadi ikon baru Makassar yang berdaya saing global,” tutupnya.(jk)
Editor: Manaf Rachman
















