“Secara keseluruhan, tercatat sekitar 43 organisasi yang akan terlibat dalam peringatan May Day tahun ini di Makassar,” ungkapnya.
Dalam momentum tersebut, Koalisi Gerakan Rakyat juga akan mengangkat sejumlah isu strategis ketenagakerjaan.
Di antaranya, mendorong pengesahan Rancangan Undang-Undang Ketenagakerjaan, menolak upah murah dan sistem outsourcing, serta menuntut pelaksanaan reforma agraria sejati.
Selain itu, mereka juga menyoroti persoalan pemutusan hubungan kerja (PHK), pentingnya industrialisasi dan hilirisasi untuk memperkuat industri nasional.
Hingga mendorong peran aktif pemerintah dalam menjaga perdamaian dunia yang dinilai turut berdampak pada kondisi buruh.
“Kami ingin agar isu-isu buruh ini benar-benar mendapat perhatian serius. Termasuk soal penegakan hukum ketenagakerjaan yang selama ini dinilai masih lemah,” tegasnya.
Dalam kegiatan tersebut, panitia juga membuka ruang seluas-luasnya bagi para kepala daerah dan pemangku kebijakan untuk hadir dan menyampaikan orasi atau pandangan mereka secara terbuka.
Akhmad menekankan, peringatan May Day tahun ini diharapkan menjadi model baru yang lebih elegan dan kolaboratif, dengan melibatkan seluruh stakeholder dalam satu ruang dialog bersama.
“Kami ingin May Day dirayakan dengan gembira, lebih elegan, dan menjadi wadah bersama bagi semua pihak. Ini bukan hanya urusan buruh, tapi persoalan bersama,” ujarnya.
Ia juga berharap momentum ini dapat memperkuat hubungan antara buruh, pemerintah, dan pengusaha dalam merumuskan kebijakan ketenagakerjaan yang lebih adil.
“Peringatan May Day 2026 di Makassar, kami harapkan mampu mengurangi potensi konflik serta menjadi ruang konsolidasi bersama dalam memperjuangkan kesejahteraan pekerja di Indonesia,” harapnya.
Sebelumnya, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan peringatan Hari Buruh Internasional 2026 harus menjadi momentum kebahagiaan bagi para peningkatan kesejahteraan pekerja.
Menurut Appi, pemerintah kota bersama seluruh pemangku kepentingan mendukung konsep perayaan yang lebih meriah melalui kegiatan bertajuk May Day Fest di lapangan Karebosi Makassar.
“May Day tahun 226 ini menjadi perhatian ekstra bagi kita semua. Berbagai cara kita pikirkan dan sukseskan bersama agar perayaan ini berlangsung meriah,” ujar Munafri.
Munafri memastikan, Pemerintah Kota Makassar akan menyiapkan lokasi pelaksanaan kegiatan tersebut, termasuk penyediaan sarana dan prasarana pendukung demi kenyamanan peserta.
Ia juga menegaskan bahwa koordinasi telah dilakukan bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk menjamin pelaksanaan kegiatan berjalan aman, tertib, dan kondusif.
“Kita ingin kegiatan ini berjalan dengan baik, aman, dan penuh suasana kegembiraan. Ini adalah ruang bersama antara pemerintah, pekerja, dan pengusaha,” tutupnya.(jk)
Editor: Muh. Hamzah
















